Berita

Senyum yang Menjadi Doa,Salam yang Jadi Cahaya,3S MIN 4 Labuanbatu Mengukir Generasi Rabbani

30
×

Senyum yang Menjadi Doa,Salam yang Jadi Cahaya,3S MIN 4 Labuanbatu Mengukir Generasi Rabbani

Sebarkan artikel ini

 

LabuhanbatuLiputan 9.co

Di era digital yang serba cepat, MIN 4 Labuhanbatu memilih membangun peradaban melalui hal yang sederhana namun bermakna: Senyum, Salam, dan Sapa (3S). Setiap pagi, sebelum proses belajar dimulai, Kepala MIN 4 Labuhanbatu Lahmuddin Hasibuan, M.Pd., bersama para guru berdiri di gerbang madrasah menyambut setiap peserta didik dengan wajah ramah, ucapan salam, dan sapaan penuh kasih.

 

Suasana ini bukan sekadar rutinitas penyambutan. Di balik senyum tersimpan doa, di balik salam terpancar keberkahan, dan di balik sapaan tumbuh rasa cinta, hormat, serta kepedulian. Inilah filosofi pendidikan yang terus dihidupkan MIN 4 Labuhanbatu untuk membentuk generasi Rabbani yang cerdas, santun, dan berakhlakul karimah.

 

Budaya 3S menjadi implementasi nyata pendidikan karakter yang menempatkan adab di atas ilmu. Sebab, ilmu yang dihiasi akhlak akan melahirkan pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan. Dari gerbang madrasah, peserta didik diajarkan bahwa menghormati guru, menyayangi teman, dan membiasakan salam merupakan bagian dari ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu, Dr. Asbin Pasaribu, M.A., terus mendorong seluruh madrasah agar menjadi pusat lahirnya generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan spiritualitas yang kuat. Menurutnya, transformasi madrasah dimulai dari budaya positif yang dilakukan secara konsisten.

 

Senada dengan itu, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu, H. Ismail Hasibuan, M.A.P., menegaskan bahwa pembiasaan budaya 3S merupakan bagian penting dari penguatan pendidikan karakter sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang religius, ramah anak, aman, dan menyenangkan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam mewujudkan madrasah yang berkualitas dan berdaya saing.

 

Sementara itu, Kepala MIN 4 Labuhanbatu, Lahmuddin Hasibuan, M.Pd., menuturkan bahwa setiap peserta didik harus merasakan madrasah sebagai rumah kedua yang menghadirkan ketenangan, kasih sayang, dan keteladanan.

 

“Kami ingin anak-anak datang ke madrasah bukan hanya untuk mencari ilmu, tetapi juga belajar menjadi manusia yang beradab. Sebab akhlak yang baik adalah cahaya yang akan menerangi masa depan mereka,” ungkapnya.

 

Program 3S juga sejalan dengan visi pembangunan Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., dalam mencetak sumber daya manusia yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya saing. Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dan Kementerian Agama menjadi kekuatan besar dalam membangun generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.

 

Di MIN 4 Labuhanbatu, setiap pagi adalah awal dari pendidikan hati. Senyum menjadi sedekah, salam menjadi doa, dan sapa menjadi jembatan persaudaraan. Dari gerbang madrasah inilah lahir harapan, tumbuh akhlak, dan dipahat karakter untuk melahirkan generasi Rabbani yang siap menjadi cahaya bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.

 

Adi Tarmizi

Tinggalkan Balasan