Tapanuli Selatan, LIPUTAN9.CO – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Jurnalis Independen Nusantara (DPD IJEN) Kabupaten Tapanuli Selatan bersama Pimpinan Besar Gerakan Mahasiswa Bawah Tanah (PB GEMA BT) melaksanakan kunjungan silaturahmi ke SMK Negeri 2 Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (22/07/2026).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala SMKN 2 Batangtoru, Erikson Benjamin Marnaek Sihombing, S.Pd., beserta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan atau bidang lainnya, Parningotan Nasution, dalam suasana penuh kehangatan, kekeluargaan, dan semangat membangun sinergi antara dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan insan pers.
Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog terbuka yang membahas berbagai program pengembangan sekolah, dukungan dunia industri terhadap pendidikan vokasi, hingga pentingnya penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat.
Kepala SMKN 2 Batangtoru, Erikson Benjamin Marnaek Sihombing, S.Pd., menjelaskan mengenai keberadaan unit loader bekas yang diperoleh sekolah dari PT Agincourt Resources (PTAR) Batangtoru. Menurutnya, pada awalnya alat berat tersebut direncanakan menjadi salah satu ikon atau display edukatif di lingkungan sekolah.
Namun, setelah dilakukan kajian terhadap kondisi geografis dan kontur tanah di area sekolah, rencana tersebut dinilai kurang memungkinkan untuk direalisasikan.
“Niat awal kami menjadikan loader tersebut sebagai ikon sekolah. Akan tetapi, setelah mempertimbangkan kondisi kontur tanah yang tidak memungkinkan, akhirnya loader dimanfaatkan untuk kepentingan lain yang dinilai lebih memberikan manfaat bagi sekolah,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa loader beserta unit LV (Light Vehicle) yang diterima sekolah bukan merupakan Barang Milik Negara (BMN), sehingga penggunaannya berada di bawah kewenangan sekolah sesuai ketentuan dan kebijakan yang berlaku.
“Kami memastikan bahwa loader maupun LV yang diberikan bukan merupakan aset negara. Oleh karena itu, pemanfaatannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah demi menunjang proses pendidikan dan pembelajaran,” tambah Kepala SMKN 2 Batangtoru.
Selain menjelaskan pemanfaatan bantuan tersebut, Ia turut menyampaikan upaya yang dilakukan pihak sekolah bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Sipenggeng dalam memperjuangkan peningkatan infrastruktur pendidikan.
Menurutnya, salah satu kebutuhan mendesak adalah pembangunan jalan lingkungan sekolah dengan konstruksi hotmix agar aktivitas belajar mengajar menjadi lebih nyaman dan aman.
“Alhamdulillah, perjuangan tersebut mulai membuahkan hasil. Kami mendapat informasi bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tapanuli Selatan telah melakukan survei lapangan sebagai langkah awal realisasi pembangunan jalan di lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan atau bidang lainnya, Parningotan Nasution, memberikan penjelasan mengenai bantuan unit LV dari PT Agincourt Resources yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi siswa kompetensi keahlian teknik permesinan.
Ia menerangkan bahwa kendaraan tersebut diserahkan dalam bentuk komponen yang telah dipisahkan dan diberi nomor identifikasi pada setiap bagian.
Dengan sistem tersebut, para siswa dapat mempelajari setiap komponen kendaraan secara lebih rinci, mulai dari fungsi, struktur, hingga proses perakitan kembali sebagai bagian dari praktik pembelajaran.
“Seluruh komponen masih lengkap dan tersimpan dengan baik di workshop SMKN 2 Batangtoru. Kondisi ini justru memberikan nilai edukatif yang tinggi karena peserta didik dapat mempelajari setiap bagian kendaraan secara lebih detail dibandingkan jika kendaraan masih dalam kondisi utuh,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan fasilitas tersebut mampu meningkatkan kompetensi siswa sehingga lebih siap memasuki dunia kerja maupun industri otomotif.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPD Ikatan Jurnalis Independen Nusantara (IJEN) Kabupaten Tapanuli Selatan, Andi Hakim Nasution, mengapresiasi keterbukaan pihak sekolah dalam memberikan informasi secara langsung kepada organisasi pers dan mahasiswa.
Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan.
Ia menegaskan bahwa insan pers memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang berimbang, berdasarkan fakta di lapangan, serta mengedepankan prinsip konfirmasi sebelum mempublikasikan sebuah pemberitaan.
“Kami mengapresiasi sikap terbuka pihak SMKN 2 Batangtoru yang telah menjelaskan berbagai hal secara langsung. Pers hadir bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mengawal transparansi, membangun edukasi publik, serta mendukung kemajuan dunia pendidikan melalui pemberitaan yang objektif, berimbang, dan profesional,” ujar Andi Hakim Nasution.
Senada dengan itu, Ketua Umum PB GEMA BT, Ahmadi Saleh Hasibuan, menyampaikan bahwa dunia pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan media dapat terus diperkuat demi menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Sinergi seperti ini sangat penting. Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan semua pihak agar sekolah mampu melahirkan generasi muda yang berkualitas, memiliki keterampilan, karakter yang baik, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun perkembangan teknologi,” katanya.
Ia juga mengapresiasi berbagai langkah yang dilakukan pihak sekolah dalam mengoptimalkan seluruh fasilitas yang dimiliki untuk kepentingan pendidikan, sekaligus memperjuangkan peningkatan infrastruktur sekolah demi kenyamanan peserta didik.
Kunjungan tersebut diakhiri dengan dialog, peninjauan sejumlah fasilitas pembelajaran dan workshop praktik siswa, serta komitmen bersama untuk terus membangun komunikasi, kolaborasi, dan sinergi dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Melalui kunjungan ini, DPD IJEN Tapanuli Selatan dan GEMA BT berharap hubungan harmonis antara insan pers, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor industri semakin erat, sehingga mampu mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang transparan, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. (AHN)












