Mandailing Natal — Liputan 9.co
Delapan talenta musik dari Kabupaten Mandailing Natal mendapat kesempatan masuk dapur rekaman melalui program pembinaan yang digagas Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Madina.
Delapan talenta tersebut terdiri dari empat pemenang Golden Tiket hasil Festival Lagu di Kecamatan Tambangan dan Kecamatan Kotanopan, serta empat artis senior PAPPRI Madina.
Empat pemenang Golden Tiket masing-masing Ashari dan Sahrani, yang merupakan pemenang lomba Festival Lagu di Kecamatan Tambangan. Kemudian Naswa Fadilah dan Gina Wardani, pemenang lomba Festival Lagu di Kecamatan Kotanopan.
Sementara empat artis senior PAPPRI Madina yang turut mendapatkan kesempatan masuk dapur rekaman yakni Thomas Jordy, Angga Rizki, Dedy Gunawan, dan Salamah Hasibuan (Borhas)..
Program ini menjadi salah satu langkah PAPPRI Madina dalam memberikan ruang kepada para penyanyi dan musisi daerah untuk mengembangkan potensi sekaligus menghasilkan karya musik yang dapat dinikmati masyarakat.
Bagi empat pemenang Golden Tiket, kesempatan masuk dapur rekaman menjadi bagian dari penghargaan sekaligus tindak lanjut atas prestasi yang mereka raih dalam Festival Lagu di masing-masing kecamatan.
Sedangkan keterlibatan empat artis senior diharapkan dapat memberikan warna tersendiri dalam proses berkarya sekaligus menjadi bagian dari upaya PAPPRI Madina menjaga kesinambungan antara talenta muda dan para pelaku seni yang telah lebih dahulu berkarya.
Wakil Ketua PAPPRI Madina, Syahren Hasibuan, mengatakan bahwa program tersebut tidak sekadar memberikan kesempatan kepada penyanyi untuk merekam lagu, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem musik di Mandailing Natal.
“Golden Tiket ini jangan hanya berhenti pada perlombaan. Kita ingin para pemenang mendapatkan kesempatan untuk melangkah lebih jauh dan menghasilkan karya yang bisa mereka banggakan,” ujarnya.
Menurutnya, Madina memiliki banyak talenta musik yang membutuhkan ruang untuk berkembang. Karena itu, PAPPRI Madina berupaya menghadirkan program yang dapat membuka kesempatan bagi penyanyi dan musisi lokal untuk masuk ke tahapan produksi karya.
“Harapan kita, dari proses rekaman ini lahir karya-karya baru dari penyanyi dan musisi Madina. Ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi musik Mandailing Natal ke masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Dengan masuknya delapan talenta tersebut ke dapur rekaman, PAPPRI Madina berharap program pembinaan dan pengembangan seni musik dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak penyanyi dan musisi daerah yang memperoleh kesempatan untuk menghasilkan karya.
Program ini sekaligus menjadi langkah PAPPRI Madina dalam mendorong talenta lokal agar tidak hanya tampil di panggung, tetapi juga memiliki karya rekaman yang dapat menjadi jejak dalam perjalanan musik mereka.
Red












