Berita

Warga Batu Bara Kirim Surat terbuka Kapolres, Mintak Hentikan Tawuran Remaja di Tanjung Tiram

30
×

Warga Batu Bara Kirim Surat terbuka Kapolres, Mintak Hentikan Tawuran Remaja di Tanjung Tiram

Sebarkan artikel ini

 

Batu Bara-Liputan9 

Aksi tawuran antar remaja kembali pecah di Jalan Merdeka, Dusun II, Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Rabu 12 Agustus 2026 sekitar pukul 21.00 WIB.

 

Belum diketahui dari mana asal kelompok remaja tersebut. Namun dalam peristiwa itu, seorang pemilik toko yang berupaya membubarkan tawuran justru mengalami luka di kepala akibat terkena lemparan batu.

 

Merespons kejadian tersebut, seorang warga melalui akun Facebook @Putri Sri Hartini mengirim surat terbuka kepada Kapolres Batu Bara. Surat itu juga ditujukan kepada Kapolsek Talawi, Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Camat Tanjung Tiram, dan Kepala Desa setempat.

 

“Jangan Menunggu Ada Korban Jiwa”

Dalam unggahannya, Putri meminta perhatian serius terhadap aksi tawuran yang melibatkan anak di bawah umur di wilayah Tanjung Tiram.

 

“Ini bukan lagi sekadar kenakalan anak-anak,” tulisnya.

 

Ia menyebut lemparan batu telah melukai warga dan meninggalkan bekas darah di lokasi. Menurutnya, rumah warga, tempat usaha, dan masyarakat yang beraktivitas juga berada dalam risiko.

 

“Mereka memang masih anak-anak. Karena itu mereka harus diselamatkan sebelum tawuran berubah menjadi penyesalan seumur hidup,” ujarnya.

 

Putri mengaku tidak ingin mencari siapa yang harus disalahkan. Ia hanya berharap ada tindakan nyata dan cepat dari pihak terkait.

 

Ia mengajukan 5 usulan:

1. Patroli dan pengamanan di titik rawan

2. Penertiban pada jam-jam rawan tawuran

3. Pendataan dan pembinaan terhadap anak-anak yang terlibat

4. Melibatkan orang tua, pemerintah desa/kelurahan, sekolah, dan tokoh masyarakat

5. Menjamin keamanan warga yang melintas dan beraktivitas

 

“Jangan menunggu ada korban jiwa baru bertindak,” tegasnya.

 

Putri juga menuliskan kalimat miris: ‘Hari ini mungkin hanya lemparan batu. Besok bisa menjadi luka yang lebih serius. Dan jika dibiarkan, bisa saja suatu hari sebuah keluarga kehilangan orang yang mereka cintai’.

 

“Kami memohon kepada Polres Batu Bara, Polsek Tanjung Tiram, Pemerintah Kabupaten Batu Bara, pemerintah kecamatan/desa, serta pihak terkait untuk turun tangan. Tolong selamatkan anak-anak kita. Tolong lindungi masyarakat. Tolong hadir sebelum semuanya terlambat,” tutupnya.

 

Polsek Talawi Janji Tingkatkan Patroli

Menanggapi surat terbuka tersebut, Kapolsek Talawi AKP Arianto Sitorus mengucapkan terima kasih atas kepedulian Putri Sri Hartini.

 

“Terima kasih atas kepedulian dan usulannya. Tentu akan segera kita sikapi secepatnya,” ucap Arianto, Kamis 13 Agustus 2026.

 

Arianto mengatakan sejak menjabat, pihaknya bersama anggota telah menggelar pertemuan dengan Forkopimca, kepala desa/lurah, tokoh masyarakat, adat, agama, dan pemuda. Patroli di lokasi rawan juga telah dilakukan di 5 kecamatan wilayah hukum Polsek Talawi.

 

“Meski begitu, ke depan patroli akan lebih kita tingkatkan lagi. Demikian pula koordinasi dengan Forkopimcam, dengan Kepala Desa dan Lurah serta para tokoh akan semakin kita intensifkan,” janji Arianto.

 

Ia juga mengimbau orang tua agar lebih aktif mengawasi anak-anaknya.

 

Hal senada disampaikan warganet @Budi Suci yang menanggapi postingan Putri.

“Selain pihak berwajib, yang paling bertanggung jawab adalah orang tua mereka sendiri. Itu lah akibatnya kalau anak mungkin kurang dibekali pendidikan akhlak. Atau terkadang bukan didikannya yang kurang dari orang tuanya, tapi mungkin salah pergaulan,” tulisnya.

(IS.A)

Tinggalkan Balasan