Berita

11 Tahun Penantian Berakhir, Ribuan Keluarga Siregar Siagian Saksikan Peresmian Sopo Godang di Bona Pasogit

92
×

11 Tahun Penantian Berakhir, Ribuan Keluarga Siregar Siagian Saksikan Peresmian Sopo Godang di Bona Pasogit

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Tapanuli Utara, LIPUTAN9.CO – Ribuan keluarga besar Siregar Siagian Boru Dohot Bere dari berbagai daerah di Indonesia memadati Dusun Hopong, Desa Dolok Sanggul, Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (26/09/2026). Kehadiran mereka menjadi bukti kuatnya ikatan persaudaraan yang tetap terjaga di tanah leluhur atau Bona Pasogit.

Momentum bersejarah tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus Parsadaan Siregar Siagian Boru Dohot Bere periode 2026–2031 sekaligus peresmian Sopo Godang Siregar Siagian yang diharapkan menjadi pusat kegiatan adat, komunikasi, dan penguatan solidaritas keluarga besar lintas generasi.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, kebanggaan adat, dan sukacita. Mengusung semboyan “Sai Anggiat Marsahala Simangot ni Oppung Tai Tu Hita Pinopparna”, acara tersebut menjadi simbol harapan agar nilai-nilai luhur para leluhur tetap menjadi pedoman bagi seluruh keturunannya.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan susunan pengurus Parsadaan Siregar Siagian Boru Dohot Bere periode 2026–2031 yang dibacakan Abdul Rahman Siagian. Selanjutnya, seluruh pengurus mengikuti pembacaan ikrar yang dipimpin Enda Mora Siagian sebagai bentuk komitmen untuk menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, melestarikan adat dan budaya, serta menjaga kehormatan keluarga besar Siregar Siagian.

Puncak kegiatan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Umum Parsadaan Siregar Siagian Boru Dohot Bere, Drs. H. Maas Siagian, sebagai tanda diresmikannya Sopo Godang Siregar Siagian di Bona Pasogit Hopong.

Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan disambut antusias ribuan peserta yang hadir. Acara juga diwarnai dengan penyerahan Ogung Sibagur sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur dan identitas budaya keluarga besar Siregar Siagian. Ogung tersebut kemudian ditempatkan kembali di Sopo Godang Hopong sebagai bagian dari simbol pemersatu keluarga besar.

Dalam sambutannya, Drs. H. Maas Siagian menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan dan peresmian Sopo Godang merupakan tonggak penting dalam perjalanan organisasi. Menurutnya, keberadaan Sopo Godang bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol persatuan, kebersamaan, dan identitas keluarga besar Siregar Siagian.

Ia mengungkapkan bahwa pembangunan Sopo Godang merupakan hasil perjuangan panjang yang berlangsung selama kurang lebih 11 tahun. Perjalanan tersebut melibatkan dukungan dan partisipasi seluruh keluarga besar yang berasal dari lima kelompok keturunan atau lima parompuan Siregar Siagian.

” Mari saling mendukung dan menjaga kebersamaan demi kemajuan parsadaan kita bersama,” ujar Maas Siagian di hadapan ribuan peserta.

Ia juga menyampaikan bahwa dana yang berhasil dihimpun organisasi selama ini telah mendekati Rp200 juta. Ke depan, pihaknya berharap kepengurusan Parsadaan Siregar Siagian dapat terbentuk hingga tingkat kecamatan guna memperkuat koordinasi, komunikasi, serta pelayanan kepada seluruh anggota.

Menurutnya, persatuan dan kekompakan keluarga besar merupakan modal utama dalam menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat eksistensi organisasi di tengah perkembangan zaman. Nilai-nilai marsihaholongan dan marsiurupan atau saling mengasihi serta saling membantu harus terus diwariskan kepada generasi penerus.

Kemegahan acara semakin terasa dengan penampilan Tor Tor Cilik dan Tor Tor Naposo Nauli Bulung yang memukau para undangan. Penampilan generasi muda tersebut menjadi simbol keberlanjutan budaya Batak sekaligus bukti nyata bahwa warisan leluhur tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Dengan diresmikannya Sopo Godang Siregar Siagian di Bona Pasogit Hopong, keluarga besar Parsadaan Siregar Siagian Boru Dohot Bere berharap memiliki pusat persatuan yang mampu mempererat hubungan antargenerasi, menjaga nilai-nilai adat, serta memperkuat solidaritas keluarga besar untuk masa yang akan datang.

Peresmian ini sekaligus menjadi tonggak baru dalam perjalanan Parsadaan Siregar Siagian Boru Dohot Bere untuk terus menjaga persaudaraan, melestarikan budaya, dan mewariskan semangat kebersamaan kepada generasi-generasi berikutnya. (AHN)

Tinggalkan Balasan