Regional

Setahun Menanti, PKH Lansia di Lar Lar Sampang Tak Kunjung Cair

31
×

Setahun Menanti, PKH Lansia di Lar Lar Sampang Tak Kunjung Cair

Sebarkan artikel ini

SAMPANG,LIPUTAN9.CO – Seorang warga lanjut usia (lansia), Slama, warga Dusun Durbugan, Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, mempertanyakan kejelasan terkait bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang disebut hingga kini belum diterimanya.

Persoalan tersebut mencuat setelah Slama, menurut keterangan pihak keluarga, pernah mendapat panggilan untuk keperluan pencairan bantuan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada 2025. Namun, proses tersebut disebut belum berlanjut hingga pencairan.

Putra Slama, Syaiful Anwar, mengatakan saat memenuhi panggilan tersebut, orang tuanya diminta kembali pulang karena kondisi usia lanjut. Sejak saat itu, keluarga mengaku belum mendapatkan penjelasan mengenai status bantuan maupun tindak lanjut proses pencairannya.

“Orang tua saya ini dapat PKH dan dipanggil dari Bank BRI pada tahun 2025. Namun, saat itu disuruh pulang karena sudah tua, menurut pendamping PKH. Sampai sekarang belum ada kejelasan dari BRI. Orangnya terus bertanya mengenai tindak lanjut dari BRI,” ujar Syaiful, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Syaiful, persoalan tersebut semakin dipertanyakan karena keluarga hingga kini juga belum menerima buku rekening yang berkaitan dengan bantuan tersebut.

Ia berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan mengenai status kepesertaan PKH milik ibunya, termasuk apakah bantuan tersebut masih tercatat sebagai hak penerima, apakah terdapat kendala administrasi, atau terdapat prosedur lain yang perlu dipenuhi.

“Buku rekening juga belum diberikan sampai sekarang. Saya ingin bertanya, sebenarnya status orang tua saya ini bagaimana? Kenapa sampai sekarang tidak ada kejelasan?” katanya.

Sementara itu, pendamping PKH bernama Ajib saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak BRI untuk mengetahui persoalan yang dialami Slama.

“Besok kami koordinasikan dulu dengan BRI,” ujar Ajib.

Keterangan tersebut menjadi langkah awal untuk menelusuri status bantuan Slama, mengingat persoalan tersebut menurut pihak keluarga telah berlangsung sejak 2025.

Keluarga berharap hasil koordinasi antara pendamping PKH dan pihak perbankan nantinya dapat memberikan kepastian mengenai status bantuan, termasuk apabila terdapat persyaratan atau kendala administrasi yang perlu diselesaikan oleh penerima.

Tinggalkan Balasan