Musi Rawas — Liputan 9.co
Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) telah menganggarkan beasiswa bagi siswa-siswi berprestasi dan kurang mampu yang bersumber dari dana APBD.
Program ini merupakan bagian dari program unggulan Bupati Musi Rawas, Hj. Ratna Machmud, dalam upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan .
Beberapa waktu yang lalu, informasi mengenai anggaran beasiswa sebesar Rp916.000.000 yang dikelola oleh Dispora menjadi sorotan di media sosial dan pemberitaan. Anggaran tersebut bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Tahun 2025, yang direncanakan untuk digunakan pada tahun 2026.
Namun hingga saat ini, kontrak kerja sama terkait penyaluran dana beasiswa tersebut belum ditandatangani. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa penyaluran dana belum dapat direalisasikan kepada para siswa yang membutuhkan.
Viralnya informasi mengenai anggaran ini memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat, terutama mengenai:
– Bagaimana mekanisme penyaluran dan penetapan penerima beasiswa?
– Kapan dana tersebut dapat direalisasikan kepada siswa?
– Mengapa kontrak kerja sama belum dapat ditandatangani?
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera menjelaskan status realisasi anggaran tersebut agar program beasiswa benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh siswa yang berhak menerimanya, tepat pada waktunya.
Program beasiswa ini merupakan wujud kepedulian Pemkab Musi Rawas di bawah kepemimpinan Bupati Hj. Ratna Machmud untuk memastikan tidak ada anak putus sekolah karena keterbatasan biaya . Meski demikian, proses administrasi dan penandatanganan kontrak kerja sama harus diselesaikan terlebih dahulu sesuai prosedur yang berlaku sebelum dana dapat disalurkan.
Kepala dinas Dispora kabupaten Musi Rawas ” Adi Irawan” ketika di bincangi awak media menyampaikan, Memeng benar kami menganggarkan beasiswa untuk siswa siswi yang berprestasi dan tidak mampu, akan tetapi untuk beasiswa tersebut pihak Dispora berkerja sama dengan universitas Unmura dan universitas Stan di jakarta, tapi untuk kerja sama dengan universitas Unmura belum di tandatangani kalau untuk di universitas Stan di jakarta udah berjalan tiga tahun.
Masih kata pak kadis, ” untuk pengajuan daftar penerima itu di ajukan oleh pihak kampus dan di verifikasi ulang ulang kami bekerja sama dengan pihak dinas pendidikan dan disdukcapil Musi Rawas apa sudah kriteria penerima bantuan beasiswa tersebut. Untuk tahun 2025 anggaran itu silfa dan untuk tahun 2026 sekarang tanda tangan kontrak kerjasama tapi pihak universitas Unmura sudah mengajukan nama sebanyak 60 orang penerima tapi masih tahap verifikasi apakah memang layak untuk menerima bantuan beasiswa tersebut. Tutup pak kadis.
Laporan : M Rifa’i & tim












