Padangsidimpuan, LIPUTAN9.CO — Persatuan Mahasiswa Padang Lawas (PMPL) di Kota Padangsidimpuan sukses melaksanakan kegiatan Malam Keakraban (Makrab) Jilid VIII pada 10–11 Oktober 2026 di Aek Rukkare, Rumah Makan Pak Rahmat. Kegiatan tersebut mengusung tema “Eka Satya Eka Karya: Bersatu dalam Karya, Maju Bersama” sebagai upaya mempererat tali persaudaraan, membangun solidaritas, serta menanamkan nilai-nilai organisasi kepada mahasiswa.
Makrab Jilid VIII menjadi wadah pembinaan bagi mahasiswa untuk membangun karakter, meningkatkan rasa tanggung jawab, mengembangkan jiwa kepemimpinan, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam keluarga besar PMPL.
Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 13.00 WIB dengan registrasi dan pendataan peserta di titik kumpul. Setelah itu, panitia memberikan arahan mengenai aturan umum kegiatan, pembagian kelompok, serta ketentuan yang harus dipatuhi selama Makrab berlangsung.
Pada pukul 14.00 WIB, peserta mulai diberangkatkan menuju lokasi kegiatan melalui dua tahap perjalanan atau trip. Sementara menunggu giliran keberangkatan, peserta mengikuti berbagai permainan yang dipandu oleh Game Master. Permainan tersebut bertujuan membangun kekompakan sekaligus memperkenalkan tata cara pembuatan Bipak sebagai tempat beraktivitas dan beristirahat selama kegiatan berlangsung.
Setibanya di lokasi, setiap kelompok diarahkan untuk mendirikan Bipak masing-masing. Peserta kemudian melaksanakan ibadah dan beristirahat sebelum mengikuti pembukaan resmi Makrab Jilid VIII pada pukul 20.00 WIB.
Acara pembukaan diawali oleh pembawa acara (MC), dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia. Dalam laporannya, Ketua Panitia menyampaikan bahwa kegiatan Makrab PMPL Jilid VIII diikuti sebanyak 52 peserta. Ia juga menjelaskan bahwa dana kegiatan bersumber dari kontribusi peserta, kader aktif, serta sumbangan alumni yang diberikan secara halal dan tidak mengikat.
Selanjutnya, Dewan Pembina PMPL, Anwar Fahmi Siregar, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa malam keakraban merupakan jantung organisasi PMPL yang harus dijaga dan dirawat bersama.
Menurutnya, Makrab bukan sekadar kegiatan berkumpul, melainkan bagian penting dalam membangun hubungan kekeluargaan, memperkuat solidaritas, dan menjaga keberlangsungan organisasi.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh demisioner Ketua Umum PMPL periode 2024–2025, Ilhamuddin Syanjaya Nasution, S.H. Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada panitia dan pengurus PMPL atas terselenggaranya Makrab Jilid VIII. Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras dan komitmen seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan pembinaan mahasiswa tersebut.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Ketua Umum PMPL, Zul Hajji Nasution. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk membangun solidaritas, menjaga kekompakan, serta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan serius dan penuh tanggung jawab.
Ia juga menegaskan bahwa Makrab Jilid VIII merupakan momentum penting bagi peserta untuk memperoleh pelajaran, pengalaman, dan relasi yang diharapkan terus berkembang pada masa mendatang.
Setelah pembukaan, peserta mengikuti berbagai permainan kelompok yang menekankan pentingnya komunikasi, strategi, keberanian, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Setiap permainan dirancang untuk memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya saling memahami dan bekerja sama dalam menghadapi tantangan.
Makrab Jilid VIII turut menghadirkan materi Kepemudaan dan Kemahasiswaan (MUMA) yang disampaikan oleh Andri Hansaso Nasution. Materi tersebut membahas peran strategis pemuda dan mahasiswa dalam organisasi, kehidupan kampus, serta kontribusinya terhadap masyarakat.
Selanjutnya, materi Wawasan Padang Lawas (WASPALAS) disampaikan oleh Ilhamduddin Sanjaya Nasution. Materi ini bertujuan memperluas pengetahuan peserta mengenai identitas daerah, sejarah, budaya, kehidupan masyarakat, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan Kabupaten Padang Lawas.
Suasana kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan api unggun yang dilaksanakan pada tengah malam. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan emosional, membangun keakraban, dan menumbuhkan rasa kekeluargaan di antara peserta.
Memasuki dini hari, peserta mengikuti Game Inti yang dirancang untuk menguji kemampuan bekerja sama, menyusun strategi, menjaga komunikasi, serta menunjukkan sikap kepemimpinan dalam kelompok. Setelah permainan selesai, Game Master bersama panitia melaksanakan evaluasi guna memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang dapat dipetik dari setiap tantangan.
Pada pagi harinya, peserta melaksanakan salat Subuh dan senam bersama sebelum mengikuti materi ketiga bertajuk “Apa Itu PMPL” yang disampaikan oleh Ketua Umum PMPL, Zul Hajji Nasution.
Dalam materi tersebut, peserta diperkenalkan lebih jauh dengan identitas dan sejarah organisasi, tujuan pembentukan PMPL, struktur organisasi, nilai-nilai yang dijunjung tinggi, serta peran dan tanggung jawab anggota dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Materi ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki dan meningkatkan pemahaman peserta terhadap organisasi PMPL.
Untuk mengukur pemahaman peserta, panitia kembali mengadakan permainan kelompok berbasis evaluasi terhadap ketiga materi yang telah disampaikan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan keakraban yang dikemas secara interaktif agar peserta dapat saling mengenal, membangun komunikasi, dan menghilangkan sekat di antara sesama anggota.
Selain itu, dilaksanakan sesi perkenalan antara peserta, panitia, anggota, dan pengurus PMPL. Sesi ini bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta baru untuk mengenal lebih dekat keluarga besar PMPL, memahami peran masing-masing unsur organisasi, serta membangun hubungan yang lebih erat dalam mendukung keberlangsungan kegiatan organisasi ke depan.
Setelah melewati seluruh rangkaian permainan dan kegiatan pembinaan, Makrab Jilid VIII memasuki acara penutupan atau Closing Ceremony pada pukul 15.00 WIB. Penutupan menjadi momentum untuk menyampaikan evaluasi, kesan dan pesan, apresiasi, serta harapan agar semangat kebersamaan yang telah dibangun selama kegiatan dapat terus dipertahankan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi keakraban dan pengikraran pada pukul 15.30 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat komitmen peserta untuk menjaga persaudaraan, menjunjung tinggi nilai-nilai organisasi, serta berkontribusi aktif dalam keluarga besar PMPL.
Sebelum meninggalkan lokasi, seluruh peserta bersama Game Master dan panitia melaksanakan pembersihan area kegiatan. Kegiatan tersebut meliputi pembongkaran Bipak, pengumpulan sampah, serta penataan kembali lokasi agar tetap bersih dan terjaga.
Peserta kemudian dipulangkan secara bertahap melalui Trip 1 pada pukul 16.30 WIB dan Trip 2 pada pukul 17.30 WIB setelah seluruh rangkaian kegiatan dan kewajiban menjaga kebersihan diselesaikan.
Melalui pelaksanaan Makrab Jilid VIII, PMPL berharap dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kedekatan emosional, tetapi juga mempunyai wawasan luas, jiwa kepemimpinan, rasa tanggung jawab, serta semangat pengabdian kepada organisasi dan daerah asal.
Tema “Eka Satya Eka Karya: Bersatu dalam Karya, Maju Bersama” menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada banyaknya anggota, tetapi juga pada kesatuan tekad, semangat kolaborasi, dan kesediaan setiap individu untuk bekerja bersama demi mencapai kemajuan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Makrab Jilid VIII diharapkan menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat solidaritas dan melahirkan generasi mahasiswa Padang Lawas yang mampu menjaga identitas daerah, mengembangkan potensi diri, serta memberikan kontribusi nyata bagi PMPL dan masyarakat.
PMPL Padangsidimpuan — Bersatu dalam Karya, Maju Bersama. (AHN)












