Berita

Rangkuman dan Laporan Bencana BNPB Priode Jumat hingga Sabtu 16 – 17 Oktober 2026

25
×

Rangkuman dan Laporan Bencana BNPB Priode Jumat hingga Sabtu 16 – 17 Oktober 2026

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Liputan 9.co

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan bencana pada periode Jumat hingga Sabtu, 16-17 Oktober 2026. Sejumlah kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan serta banjir masih menjadi atensi pemerintah pusat maupun daerah pada periode ini.

Adapun laporan peristiwa yang pertama, karhutla terjadi di Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (16/10) sekitar pukul 15.07 WIB. Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Grobogan, luas lahan yang terbakar mencapai tiga hektare. Tim gabungan telah melakukan pemadaman serta pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Hingga laporan terakhir, api berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dinyatakan aman serta terkendali. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini.

Sementara itu, kebakaran hutan terjadi di kawasan Hutan Penggaron, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (16/10). Kebakaran mengakibatkan sekitar empat hektare lahan terbakar.

BPBD Kabupaten Semarang bersama petugas pemadam kebakaran, Perhutani, Polres Semarang, dan warga melakukan penanganan di lokasi. Petugas juga membagikan masker kepada warga terdampak. Berdasarkan laporan terakhir, api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa.

Di wilayah lain, kekeringan melanda Desa Hidup Baru, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, pada Jumat (16/10). Peristiwa ini terjadi akibat tidak turunnya hujan dalam waktu yang cukup lama sehingga sumber mata air mengering. Kejadian ini berdampak pada sekitar 443 kepala keluarga (KK).

BPBD kabupaten Muara Enim melakukan asesmen, berkooridinasi dengan pihak setempat, serta menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada Jumat (16/10), sebanyak 30.000 liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

Selain fenomena kekeringan, anomali cuaca terjadi di Pulau Sumatra. Banjir melanda Kampung Rendahan, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Jumat (16/10). Banjir dipicu luapan Sungai Parpayakan dan Sungai Sordang setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari.

Berdasarkan laporan sementara, banjir berdampak pada sekitar 128 kepala keluarga (KK) dan 90 unit rumah warga. Selain itu, dua unit fasilitas umum, satu akses jalan, dan satu jembatan turut terdampak. Hingga Jumat (16/10), banjir belum surut. Warga masih bertahan di rumah masing-masing dan belum mengungsi.

BPBD Kabupaten Simalungun bersama instansi terkait melakukan asesmen dan penanganan banjir. Kebutuhan mendesak yang teridentifikasi meliputi tali tambang atau tali pemandu untuk membantu akses pada jalan yang tergenang, serta bahan pokok atau sembako bagi warga terdampak.

Menyikapi berbagai peristiwa bencana yang terjadi di sejumlah wilayah, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di tengah kondisi lahan yang kering. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada petugas setempat agar dapat ditangani sedini mungkin.

Menghadapi dampak kekeringan, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak, menyimpan cadangan air bersih selama pasokan masih tersedia, serta memanfaatkan sumber air secara efisien. Pemerintah daerah dan masyarakat dapat berkoordinasi untuk memastikan distribusi air bersih menjangkau warga yang membutuhkan.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir juga diharapkan tetap waspada terhadap hujan dengan intensitas tinggi dan kenaikan muka air sungai. Warga diminta mengikuti arahan petugas, mengutamakan keselamatan saat evakuasi, serta memantau informasi dan peringatan dini dari sumber resmi, termasuk BNPB, BPBD, dan BMKG.

Sumber : InfoBencanaBNPB

Tinggalkan Balasan