JAKARTA, LIPUTAN 9.CO
Pasar keuangan Indonesia bergejolak hebat hari ini, Senin (19/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah kompak terjun bebas bikin panik investor.
IHSG Anjlok ke Level Terendah 10 Tahun
IHSG ditutup anjlok 3,64% atau 188 poin ke level 4.996,60 pada penutupan perdagangan sore ini. Bahkan pada pembukaan pagi, IHSG sempat anjlok lebih dalam 5,18% ke level 4.916,60 level terendah dalam 10 tahun terakhir, menyentuh posisi yang pernah tercatat saat krisis 2015 dan awal pandemi Covid-19.
Sepanjang tahun 2026, IHSG sudah anjlok 43,09% Kapitalisasi pasar tercatat Rp 8.736 triliun. Sebanyak 691 saham rontok, hanya 103 saham yang menguat.
Penyebabnya adalah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka konsultasi untuk menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market Kekhawatirannya soal transparansi kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi.
Rupiah Jebol Rp18.046 per Dolar AS
Tak hanya saham, Rupiah juga amblas. Rupiah ditutup melemah ke Rp18.046 per Dolar AS Di pasar offshore pagi tadi bahkan sempat menyentuh Rp18.118.
Prabowo Panggil KSSK ke Istana Negara
Melihat kondisi ini, Presiden Prabowo Subianto langsung memanggil jajaran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) ke Istana Negara siang ini.
Hadir Ketua OJK, Gubernur BI, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menko Airlangga mengatakan ekonomi RI tetap solid secara fundamental. “Antara MSCI dan dasar ekonomi kita yang solid itu tidak berhubungan,” ujar Airlangga.
Pemerintah berjanji akan mengadakan rapat khusus minggu ini untuk menjaga stabilitas.
Bursa Efek Indonesia (BEI) juga memangkas batas penurunan harian (ARB) menjadi setengah untuk meredam aksi jual dan dijadwalkan bertemu langsung dengan MSCI hari ini.
Reporter : BGN












