BeritaPolri

Tukang Becak di Indramayu Meninggal Saat Sarapan Bubur, Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan

24
×

Tukang Becak di Indramayu Meninggal Saat Sarapan Bubur, Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan

Sebarkan artikel ini

 

 

INDRAMAYU,liputan9.co

Aktivitas pagi seorang penarik becak di Kabupaten Indramayu berakhir duka. Pria bernama Carli (74) tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri saat sedang menikmati sarapan bubur di pinggir Jalan Kapten Arya, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Selasa (27/10/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Korban yang sehari-hari bekerja sebagai penarik becak ontel diketahui sudah bertahun-tahun melintasi kawasan tersebut dan biasa berhenti untuk sarapan bubur.

Namun, pada pagi itu, saat sedang menyantap bubur dalam posisi duduk di tepi jalan, korban mendadak jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri.

Pedagang bubur yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkannya kepada ketua RT setempat. Informasi itu selanjutnya diteruskan kepada Polsek Indramayu.

Mendapat laporan warga, Polsek Indramayu mendatangi lokasi dan membawa korban ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kapolsek Indramayu AKP Indrie Hapsari menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan dokter di RSUD Indramayu, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Menurut keterangan medis yang diterima kepolisian, korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung.

AKP Indrie Hapsari menjelaskan, sebelum kejadian, korban diketahui sedang menjalani aktivitas seperti biasanya.

Sebagai penarik becak ontel, Carli telah lama beraktivitas melewati Jalan Kapten Arya dan memiliki kebiasaan berhenti untuk sarapan di kawasan tersebut.

Peristiwa itu kemudian diketahui warga setelah korban mendadak jatuh ketika sedang makan.

Pihak kepolisian juga telah berkomunikasi dengan keluarga korban terkait peristiwa tersebut.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada petugas, anak korban menyatakan menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak dilakukannya autopsi.

Polisi turut melakukan pendataan terhadap sejumlah barang milik korban yang ditemukan, termasuk becak ontel yang digunakannya untuk bekerja.

Terpisah, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi kepolisian apabila menemukan peristiwa yang membutuhkan penanganan petugas maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi – Siap Mas Indramayu melalui WhatsApp 081999700110 atau Call Center Polri 110.

(Indra jaya)

Tinggalkan Balasan