Berita

Kapolres Musi Rawas Ajak Masyarakat Jaga Alam di Tengah Kemarau Panjang

34
×

Kapolres Musi Rawas Ajak Masyarakat Jaga Alam di Tengah Kemarau Panjang

Sebarkan artikel ini

 

MUSI RAWAS-LIPUTAN 9.CO

Di tengah kondisi kemarau panjang yang membuat lahan semakin rentan terbakar, kepedulian terhadap lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Api yang terlihat kecil dapat menjalar dengan cepat, melahap semak belukar, mengancam perkebunan, mencemari udara, bahkan membahayakan keselamatan masyarakat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian jajaran Polres Musi Rawas setelah terdeteksi titik panas (Hotspot) di wilayah Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, pada Selasa (27/10/2026) dini hari.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek BTS Ulu bergerak cepat melakukan pengecekan dan upaya pemadaman kebakaran lahan di kawasan Desa Sungai Naik dan sekitarnya. Berdasarkan laporan petugas, kebakaran terdeteksi pada pukul 01.32 WIB melalui satelit NOAA-20, dengan tingkat kepercayaan (confidence) 8 atau kategori sedang.

Lahan yang terbakar diperkirakan seluas satu hektare, berupa semak belukar di area perkebunan sawit. Hingga laporan diterima, pemilik lahan maupun sumber api belum diketahui. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Begitu menerima informasi titik panas, personel Polsek BTS Ulu yang terdiri dari Aipda Aslim Halahah, Aipda Muslim Arief, dan Bripka Marta Dinata segera mendatangi lokasi menggunakan satu unit kendaraan pemadam taktis milik Polsek BTS Ulu.

Setibanya di lokasi, petugas bersama masyarakat sekitar dan relawan bahu-membahu melakukan pemadaman. Koordinasi dengan warga terus dilakukan agar api tidak semakin meluas dan membahayakan kawasan di sekitarnya.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa belum seluruh titik api berhasil dipadamkan. Upaya penanganan dan pencegahan pun menjadi perhatian agar kebakaran tidak meluas ke lahan lainnya.

Selain melakukan pemadaman, jajaran kepolisian juga melaksanakan patroli, sosialisasi, penyampaian imbauan kepada masyarakat, serta pemasangan spanduk sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa saat cuaca kering berkepanjangan, kelalaian sekecil apa pun dapat membawa dampak besar bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Gokma Uliate Sitompul, S.H., S.I.K., mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan, terutama selama kemarau panjang yang menyebabkan lahan mudah terbakar.

Kapolres mengingatkan bahwa pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tugas kepolisian atau petugas pemadam kebakaran, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Musi Rawas untuk bersama-sama menjaga alam dan lingkungan kita. Di tengah kemarau panjang seperti saat ini, jangan membuka lahan dengan cara membakar, jangan membuang puntung rokok sembarangan, dan jangan meninggalkan api dalam kondisi menyala tanpa pengawasan,” kata Kapolres

Kapolres juga mengajak masyarakat agar tidak menganggap remeh titik api sekecil apa pun. Api yang awalnya hanya membakar rumput kering dapat merambat ke semak belukar, perkebunan, hingga kawasan yang lebih luas apabila tidak segera ditangani.

“Mari kita tanamkan kepedulian bahwa menjaga lingkungan berarti menjaga kehidupan. Jangan sampai kelalaian sesaat membuat anak-anak kita menghirup asap, merusak kebun yang menjadi sumber penghidupan, atau menghilangkan keindahan alam yang seharusnya kita wariskan kepada generasi mendatang,” ucapnya

Kebakaran lahan bukan hanya persoalan api dan tanah yang menghitam. Dampaknya dapat merambat ke kesehatan, aktivitas sehari-hari, perekonomian warga, serta kualitas udara yang dihirup bersama.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak membakar sampah atau sisa tanaman di lahan kering ketika kondisi berisiko, tidak membuang benda yang dapat memicu kebakaran sembarangan, serta segera melaporkan apabila melihat asap atau titik api kepada aparat setempat.

Jajaran Polsek BTS Ulu juga mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dan bekerja sama dalam mencegah kebakaran, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api meluas.

“Satu api yang tidak terkendali dapat menghanguskan banyak hal, tetapi satu kepedulian dapat menjadi awal untuk menyelamatkan semuanya,” ucapnya

Mari jaga Musi Rawas tetap aman, hijau, dan nyaman. Jangan bakar lahan, jangan biarkan api menyala tanpa pengawasan, dan jangan menunggu bencana datang untuk menyadari pentingnya menjaga alam.

“Polri hadir untuk melindungi masyarakat. Bersama masyarakat, kita cegah karhutla demi keselamatan, kesehatan, dan masa depan generasi mendatang,” akhirnya

Reporter : Dadang

Tinggalkan Balasan