Regional

Viral di TikTok, Proyek Jalan di Desa Pancor Barat Sampang Diduga Dikerjakan Asal-asalan

196
×

Viral di TikTok, Proyek Jalan di Desa Pancor Barat Sampang Diduga Dikerjakan Asal-asalan

Sebarkan artikel ini

SAMPANG,LIPUTAN9.co – Sebuah video yang diunggah akun TikTok Rusdie Choker mendadak viral dan menuai beragam reaksi warganet.

Video tersebut menyoroti kondisi proyek jalan desa yang disebut berada di Desa Pancor Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur yang diduga dikerjakan tidak sesuai standar kualitas, Minggu, (1/2/2026).

Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat sebuah jalan rabat beton yang membelah area persawahan dan pepohonan. Namun, perhatian publik justru tertuju pada bagian tengah jalan yang tampak tidak dicor secara menyeluruh.

Struktur jalan terlihat menyisakan tanah dan material alam di bagian tengah, seolah pengerjaan dilakukan secara tidak utuh.

Unggahan tersebut diberi keterangan singkat “proyek siluman pancor barat”, yang memicu spekulasi dan pertanyaan publik mengenai transparansi serta kualitas pengerjaan proyek tersebut.

Hingga kini, video itu telah ditonton ribuan kali dan dipenuhi komentar bernada kritik dari warganet. Banyak netizen menilai kondisi jalan tersebut berpotensi membahayakan pengguna, terutama saat musim hujan karena dapat licin dan rawan rusak.

Tak sedikit pula yang mempertanyakan anggaran proyek serta pihak pelaksana kegiatan.

“Kalau benar ini proyek desa, harusnya dikerjakan maksimal. Ini malah seperti setengah jadi,” tulis salah satu pengguna TikTok di kolom komentar.

Pemerintah desa (Pemdes) maupun instansi terkait mengenai proyek jalan yang viral tersebut, baik terkait sumber anggaran, volume pekerjaan, maupun spesifikasi teknisnya, belum memberikan keterangan secara resmi.

Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera turun tangan melakukan pengecekan lapangan guna memastikan apakah proyek tersebut telah sesuai dengan perencanaan dan aturan yang berlaku.

Transparansi dan pengawasan dinilai penting agar pembangunan desa benar-benar memberi manfaat dan tidak menimbulkan kecurigaan publik.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa di era media sosial, setiap kegiatan pembangunan publik dapat dengan mudah menjadi sorotan, sekaligus kontrol sosial dari masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan