Berita

Direktur PT SPMB Menolak Tanda Tangan Berita Acara Penolakan, Pertemuan Berakhir Tegang Tanpa Kesepakatan

94
×

Direktur PT SPMB Menolak Tanda Tangan Berita Acara Penolakan, Pertemuan Berakhir Tegang Tanpa Kesepakatan

Sebarkan artikel ini

SALI BARU, LIPUTAN 9.CO

Pertemuan sosialisasi rencana perkebunan PT. Sukses Putra Mandiri Berkah (PT SPMB) yang dihadiri jajaran pejabat berwenang justru berakhir menimbulkan tanda tanya besar. Acara dibuka secara resmi dan tertib, namun ditutup tanpa kesepakatan, bahkan berakhir tegang setelah Direktur perusahaan menolak menandatangani berita acara yang disusun masyarakat.

Pejabat yang Hadir Secara Resmi.
Pertemuan ini bukan pertemuan biasa; dihadiri langsung oleh:

– Camat Muara Batang Gadis — Dedek Siregar
– Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) wilayah setempat
– Kepala Polsek Muara Batang Gadis (Kapolsek)
– Perwakilan Dinas Penanaman Modal/Pelayanan Perizinan & Dinas Koperasi Kabupaten Mandailing Natal
– Direktur PT SPMB — Aspan Sopian Batubara
– Serta ratusan warga Desa Sali Baru dan sekitarnya

Acara dibuka sesuai protokol resmi, suasana tertib dan penuh harapan.

Masyarakat Buat Berita Acara — Direktur Menolak Tanda Tangan.

Di tengah pertemuan, masyarakat menyusun Berita Acara Penolakan yang mencerminkan kebulatan tekad warga terhadap kehadiran PT SPMB. Ketika diminta ikut menandatangani dokumen tersebut sebagai bukti kesaksian atas jalannya pertemuan, Direktur PT SPMB, Bapak Aspan Sopian Batubara, menolak untuk menandatanganinya.

Penolakan ini terjadi meskipun beliau hadir sepanjang acara, mendengar langsung pernyataan warga, dan menyampaikan penjelasan perusahaan.

Timbul Kecurigaan Masyarakat
Sikap Direktur yang menolak menandatangani berita acara penolakan langsung memicu kecurigaan luas di kalangan warga:
“Untuk apa sosialisasi ini diadakan, kalau hasil pertemuan tidak dituangkan dalam kesepakatan yang ditandatangani bersama? Apakah sosialisasi ini hanya formalitas untuk memenuhi syarat administrasi, bukan untuk mendengar keinginan kami?”

Masyarakat bertanya-tanya:
– Mengapa pihak perusahaan hadir, mendengar, namun tidak berkenan menandatangani apa yang telah didengarnya sendiri?
– Apakah ada maksud lain di balik acara ini, selain mendengar aspirasi warga?
– Apakah laporan yang nanti disampaikan ke atas akan jujur mencerminkan penolakan ini, atau justru disembunyikan?

Acara Dibuka Resmi, Ditutup Tanpa Protokol — Bubar Karena Ketegangan.
Ketegangan makin memuncak ketika pertemuan tidak bisa mencapai titik temu:
– Warga tetap teguh menolak kehadiran PT SPMB di wilayah mereka
– Pihak perusahaan tetap mempertahankan rencana investasi
– Tidak ada jalan tengah, tidak ada kesepakatan

Akibatnya acara tidak dapat ditutup melalui prosedur resmi. Yang tadinya dibuka secara tertib dan berprotokol, akhirnya bubar sendiri karena ketegangan yang memuncak antara masyarakat dan rombongan PT SPMB yang hadir.

Inti Peristiwa danKenyataan
Dibuka secara resmi Hadir Camat, Kacabjari, Kapolsek, Dinas Perizinan & Koperasi
Warga sampaikan penolakan Bulat, tegas, disampaikan langsung di hadapan semua pihak
Direktur tolak tanda tangan Menolak ikut menandatangani Berita Acara Penolakan
Tidak ada kesepakatan Kedua pihak tetap pada pendirian masing-masing
Ditutup tanpa protokol Acara bubar karena ketegangan, tidak ada penutupan resmi

Pernyataan Warga
“Kalau sosialisasi ini jujur dan terbuka, mengapa takut menandatangani kenyataan yang terjadi di sini? Kami tidak menolak pembangunan, kami menolak kehilangan tanah kami. Tanpa persetujuan kami, tanpa tanda tangan kami — tidak boleh masuk. Dan kalau takut menandatangani berita acara ini, berarti ada sesuatu yang ingin disembunyikan.”

— Hasmaruddin Batubara dan masyarakat Desa Sali Baru

 

(HL)

Tinggalkan Balasan