Labuhanbatu –Liputan0.co
Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu terus menunjukkan komitmennya dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat. Hal ini tampak dalam kegiatan pengajian rutin di Majelis Taklim Al Ikhlas, Dusun Tanah Rendah, Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, yang menghadirkan Dr. Syafaruddin, S.H.I., M.H.
Dalam tausiah bertema “Mari Kita Tingkatkan Nilai-Nilai Ruh Ibadah Menjadi Lebih Baik dengan Menguatkan Ukhuwah Sesama”, Dr. Syafaruddin mengajak jamaah untuk meningkatkan kualitas ibadah, menjaga persaudaraan, serta menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menegaskan bahwa peran penyuluh agama tidak hanya sebatas hadir dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga harus terlibat aktif dalam pembinaan, edukasi, dan penguatan nilai-nilai keagamaan yang moderat, sejuk, dan konstruktif.
“Penguatan ruh ibadah itu harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari akhlak yang baik, semangat persaudaraan, hingga kepedulian terhadap sesama,” ujarnya di hadapan jamaah.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Syafaruddin juga menyampaikan sosialisasi program Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu sesuai arahan Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, Dr. (C) Darmansyah Siagian, M.A.P. Di antaranya pentingnya pembaruan data Majelis Taklim di wilayah kerja masing-masing penyuluh agama, pendataan tanah wakaf, serta optimalisasi program pembinaan keagamaan.
Selain itu, ia mengajak para penyuluh untuk terus mengembangkan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sebagai langkah strategis dalam membentuk karakter generasi muda melalui penyuluhan keagamaan di lingkungan sekolah, sesuai tugas pokok dan fungsi Penyuluh Agama Islam.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, serta mendapat sambutan positif dari jamaah Majelis Taklim Al Ikhlas. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara masyarakat dan Kementerian Agama semakin kuat dalam mewujudkan kehidupan beragama yang rukun, moderat, dan harmonis, sekaligus mendukung program pembinaan keagamaan sesuai kebijakan pemerintah.
Red












