Labuhanbatu – Liputan 9.co
Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu, Dr. Syafaruddin Siagian, S.H.I., M.H., menyampaikan materi bertema “Gen-Z & Masjid: Mengubah Gadget Menjadi Jalan Menuju Ridha Allah” sebagai upaya membangun karakter generasi muda yang beriman, berilmu, berakhlak, serta mampu memanfaatkan teknologi secara positif di era digital.
Dalam penyampaiannya, Dr. Syafaruddin menegaskan bahwa remaja merupakan aset terbesar umat dan bangsa. Oleh karena itu, kemajuan teknologi harus dijadikan sarana untuk meningkatkan kualitas diri, bukan menjadi penyebab rusaknya moral dan akhlak generasi muda.
“Generasi Z harus mampu menjadikan gadget sebagai media dakwah, media belajar, dan media menyebarkan kebaikan. Jangan hanya mengejar viral, tetapi kejarlah ridha Allah SWT. Karena nilai seseorang di sisi Allah bukan diukur dari banyaknya followers atau likes, melainkan dari amal saleh yang dikerjakannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Islam memberikan perhatian besar terhadap pembinaan pemuda. Hal tersebut tercermin dalam kisah Ashabul Kahfi yang diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai teladan pemuda yang kokoh mempertahankan keimanan di tengah tantangan zaman.
Selain itu, Rasulullah ﷺ juga memberikan kabar gembira bahwa pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah termasuk golongan yang memperoleh naungan Allah pada hari kiamat.
Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya narkoba dan pergaulan bebas, tetapi juga kecanduan gadget, game berlebihan, hoaks, pornografi, judi online, pinjaman online ilegal, hingga lunturnya adab di media sosial. Karena itu, remaja masjid harus tampil sebagai pelopor perubahan melalui dakwah digital yang santun, kreatif, dan edukatif.
Sebagai bentuk implementasi, Dr. Syafaruddin mendorong Remaja Masjid untuk mengembangkan berbagai program seperti shalat berjamaah, One Day One Ayat, tahsin Al-Qur’an, kajian keislaman, pelatihan public speaking, desain grafis dakwah, editing video dakwah, bakti sosial, santunan anak yatim, Jumat Bersih, hingga optimalisasi media sosial sebagai sarana syiar Islam.
“Masjid harus menjadi rumah kedua bagi generasi muda. Dari masjid lahir pemimpin yang berintegritas, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi muda Labuhanbatu yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, bijak dalam memanfaatkan teknologi, serta mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Kegiatan ini sejalan dengan tugas dan fungsi (tupoksi) Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama dalam memberikan pembinaan keagamaan, penguatan moderasi beragama, pembangunan karakter, serta pemberdayaan masyarakat melalui dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Semangat tersebut juga selaras dengan motto Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, dalam mewujudkan “Labuhanbatu Menuju Generasi Cerdas dan Bersinar”, yakni generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam akhlak, dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai jalan menuju kemajuan serta ridha Allah SWT.
M.Adi Tarmizi












