Selayar.Sulsel.Liputan9.co
Sebanyak 16 rumah warga di Desa Bonea, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, terdampak air pasang setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, air pasang sempat merendam 16 rumah warga dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter.
Kapolsek Pasimarannu Iptu Yudi Wibowo bersama Camat Pasimarannu dan perwakilan Koramil turun langsung ke Desa Bonea untuk meninjau kondisi masyarakat dan memastikan dampak yang ditimbulkan pascagempa.
Dari hasil peninjauan tersebut, air pasang diketahui menggenangi sejumlah rumah warga. Kondisi tersebut kemudian berangsur surut setelah air kembali turun.
Sebelumnya, informasi dari lapangan menyebutkan air juga sempat memasuki sejumlah jalan dan halaman permukiman warga. Desa Bonea sendiri memiliki tanggul yang berfungsi sebagai pemecah ombak, namun masih terdapat kawasan di Dusun One Timur yang belum terjangkau pemecah ombak.
Dalam peninjauan tersebut, aparat bersama pemerintah kecamatan juga memastikan kondisi warga serta perkembangan situasi di wilayah pesisir Desa Bonea.
Hingga peninjauan dilakukan, tidak terdapat laporan korban jiwa. Kondisi masyarakat terpantau aman dan air yang sebelumnya menggenangi permukiman telah berangsur surut.
Peristiwa tersebut terjadi setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Kepulauan Selayar.
Sebelumnya, sebagian masyarakat di wilayah kepulauan memilih menuju tempat yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi setelah merasakan guncangan gempa dan adanya peringatan dini tsunami dari BMKG.
BMKG kemudian menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut telah berakhir. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah.
Jajaran Polres Kepulauan Selayar bersama pemerintah kecamatan dan unsur TNI terus melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan yang terdampak guncangan gempa.
( Ucok Haidir )












