Jakarta, Liputan 9.co
Sikap yang diduga kurang responsif dari seorang ketua paguyuban balai wartawan berinisial FK menjadi sorotan sejumlah insan pers.
Keluhan tersebut berkaitan dengan komunikasi, keterbukaan informasi, serta koordinasi yang dinilai belum berjalan sebagaimana yang diharapkan di kalangan jurnalis.
Berdasarkan keterangan salah seorang insan pers berinisial AN yang dihimpun insan pers terdapat komunikasi dan permintaan informasi yang disebut belum mendapatkan respons sebagaimana mestinya.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai pola koordinasi dan pelayanan terhadap sesama insan pers.
AN menilai, seorang pimpinan paguyuban yang menaungi komunitas wartawan semestinya dapat membangun komunikasi yang terbuka, responsif, serta mampu menjadi jembatan bagi kepentingan bersama.
Dinilai Kurang Transparan
Sorotan lainnya berkaitan dengan dugaan kurangnya transparansi dalam pengelolaan maupun komunikasi organisasi.
Sejumlah pihak mempertanyakan apakah keberadaan balai wartawan tersebut telah sepenuhnya berfungsi sebagai ruang bersama bagi insan pers atau justru lebih banyak dirasakan manfaatnya oleh kelompok tertentu.
Namun demikian, tudingan tersebut masih merupakan aspirasi dan penilaian dari pihak-pihak yang menyampaikannya dan perlu dikonfirmasi secara langsung kepada pengurus paguyuban maupun pihak yang disebut dalam pemberitaan.
Seorang aktivis yang turut menyoroti persoalan tersebut menyampaikan bahwa keluhan dari sejumlah insan pers perlu mendapatkan perhatian serius.
Menurutnya, persoalan komunikasi internal apabila tidak diselesaikan secara terbuka berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan ketegangan di antara sesama pekerja media.
Jangan Sampai Mengganggu Kerja Jurnalistik
Sikap yang dinilai tidak responsif terhadap sesama insan pers dikhawatirkan dapat berdampak pada koordinasi serta hubungan profesional di lapangan.
Wartawan membutuhkan komunikasi yang efektif, terutama ketika melakukan konfirmasi terhadap suatu persoalan.
Apabila komunikasi tidak berjalan baik, terdapat risiko munculnya informasi yang tidak lengkap atau pemberitaan yang tidak mendapatkan klarifikasi dari pihak terkait.
Karena itu, keterbukaan dan komunikasi menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan profesional serta menghindari kesalahpahaman antarinsan pers.
Solidaritas Profesi Perlu Dijaga
Paguyuban atau komunitas wartawan pada prinsipnya dapat menjadi ruang untuk membangun solidaritas, komunikasi, dan kerja sama antarprofesi.
Karena itu, munculnya keluhan mengenai dugaan pilih kasih, kurang responsif, ataupun komunikasi yang tidak berjalan baik perlu disikapi secara terbuka dan proporsional.
Perbedaan pendapat seharusnya diselesaikan melalui mekanisme komunikasi dan musyawarah, bukan dibiarkan berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
Terkait adanya tudingan mengenai ujaran kebencian maupun dugaan unsur pidana,insan pers menegaskan bahwa hal tersebut merupakan tudingan yang harus dibuktikan berdasarkan fakta, bukti, dan proses hukum yang berlaku.
Media tidak menempatkan dugaan sebagai fakta yang telah terbukti.
Konfirmasi kepada Pihak Terkait
Hingga berita ini disusun, sejumlah keluhan dan penilaian dari insan pers tersebut menjadi bagian dari informasi yang perlu diklarifikasi kepada pihak yang disebut.
Media online membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada ketua paguyuban berinisial FK maupun pengurus terkait untuk menyampaikan penjelasan mengenai tudingan tersebut.
Keterbukaan dari seluruh pihak diperlukan agar persoalan dapat dilihat secara utuh dan pemberitaan tetap memenuhi prinsip keberimbangan serta memberikan ruang yang adil bagi pihak yang diberitakan.
(HR)












