MADINA |LIPUTAN9.CO
Hilangnya dana Program Indonesia Pintar (PIP) milik sejumlah siswa di SD Negeri 128 Sirangkap memicu perhatian serius dari organisasi pelajar di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) turun ke lapangan mengawal kasus ini, sementara Ketua Ikatan Pelajar Alwashliyah (IPA) Madina mengeluarkan pernyataan tegas menolak dana pendidikan dijadikan milik oknum.
Ketua PC IPNU Madina, Nuzul Ramadhan Nasution, menyampaikan keprihatinan mendalam. Dana PIP yang seharusnya menjadi penunjang pendidikan justru tidak sampai ke tangan yang berhak.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Dana PIP adalah hak mutlak para siswa untuk menunjang kebutuhan belajar mereka. Pihak sekolah harus memberikan klarifikasi yang benderang, jangan ada yang ditutup-tutupi. Sebagai organisasi pelajar, IPNU memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kasus ini sampai hak anak-anak kita kembali,” ujar Nuzul, Kamis (1/10/2026).
Pihaknya tidak akan tinggal diam jika hak pelajar dicederai kelalaian maupun oknum yang tidak bertanggung jawab. IPNU juga akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Madina agar investigasi berjalan cepat dan objektif. Kepada orang tua, IPNU mengimbau tetap tenang namun kritis, serta berkomitmen membuka posko pengaduan bagi warga yang mengalami masalah serupa.
Menanggapi hal yang sama, Ketua PD IPA Kabupaten Mandailing Natal, Hanapi Alpastapi Lubis menyampaikan pernyataan yang lugas dan pedas. Ia menegaskan, dana pendidikan tidak boleh dijadikan sumber keuntungan pribadi.
“Kami tidak mau dana pendidikan dijadikan uang belanja untuk menggembungkan perut para manusia serakah. Bilamana kita hari ini tak peduli dengan nasib pendidikan, terlebih anak-anak SD, maka bersiaplah — akan lahir regenerasi gelap di masa yang akan datang. Indonesia akan ditemani hantu-hantu bodoh yang selalu tertawa terbahak-bahak.”
Menurutnya, mengabaikan hak pendidikan anak-anak adalah dosa besar terhadap masa depan bangsa. Jika generasi dini sudah dikhianati haknya, maka kerusakan bangsa tak dapat dihindari.
(HL)












