Peristiwa

Dua Kali Datang, Tak Berhasil Bertemu! Wartawan Keluhkan Sulitnya Akses ke Camat Saipar Dolok Hole

82
×

Dua Kali Datang, Tak Berhasil Bertemu! Wartawan Keluhkan Sulitnya Akses ke Camat Saipar Dolok Hole

Sebarkan artikel ini

Tapanuli Selatan, LIPUTAN9.CO — Sejumlah awak media mengeluhkan sulitnya menemui dan menghubungi Camat Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan, Pardomuan Pangaribuan. Keluhan tersebut disampaikan fungsionaris Persatuan dan Pemerhati Wartawan Angkola Sipirok Tapanuli Selatan (Perwasi Tapsel), Zainal Abidin, kepada media, Selasa (27/10/2026) sore.

Menurut Zainal, persoalan tersebut bermula ketika sejumlah wartawan mendatangi Kantor Camat Saipar Dolok Hole di Sipagimbar untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan ucapan selamat atas jabatan baru Pardomuan Pangaribuan.

Namun, setelah menunggu selama beberapa jam, para wartawan mengaku belum berhasil bertemu langsung dengan camat. Saat itu, mereka ditemani sejumlah staf, termasuk Sekretaris Camat (Sekcam) Rudi Siregar.

Ketika menanyakan keberadaan camat, para wartawan mendapat informasi bahwa yang bersangkutan kemungkinan sedang pergi ke pasar untuk membeli rokok. Mereka kemudian mencoba menghubungi melalui telepon seluler dan pesan singkat, tetapi menurut pengakuan mereka, upaya tersebut belum mendapat respons.

Sekitar sepekan kemudian, para wartawan kembali mendatangi kantor kecamatan bersama sejumlah anggota Perwasi Tapsel. Namun, mereka kembali belum berhasil menemui Pardomuan Pangaribuan.

Rombongan bahkan mengaku sempat mendatangi kediaman camat di sekitar Dusun Tapus, Simanosor. Berdasarkan keterangan tetangga yang mereka temui, camat disebut belum pulang dari kantor.

Persoalan komunikasi kembali terjadi ketika Zainal Abidin mencoba menghubungi Pardomuan pada Selasa 27 Oktober 2026 sore untuk meminta konfirmasi mengenai dinamika pencairan Dana Desa di wilayah Kecamatan Saipar Dolok Hole.

Menurut Zainal, panggilan telepon tersebut sempat diangkat. Namun, setelah dirinya memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud komunikasi, percakapan berakhir dengan jawaban singkat.

“Maaf, kalian salah sambung,” demikian ucapan yang menurut Zainal disampaikan oleh camat sebelum panggilan berakhir.

Zainal menyayangkan kejadian tersebut karena komunikasi yang dibangun bertujuan memperoleh penjelasan langsung mengenai persoalan pemerintahan desa yang menjadi perhatian mereka.

Menanggapi keluhan tersebut, fungsionaris Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Jurnalis Independen Nusantara (DPD IJEN) Tapanuli Selatan, Baginda Muda Siregar, menilai komunikasi yang baik antara pejabat publik dan insan pers penting untuk mendukung keterbukaan informasi serta penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat.

“Wartawan menjalankan tugas jurnalistik untuk mencari, memperoleh, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, komunikasi yang profesional antara pejabat publik dan insan pers perlu dijaga. Jika ada pertanyaan yang membutuhkan penjelasan, sebaiknya diberikan ruang untuk menyampaikan konfirmasi agar informasi yang diterbitkan berimbang,” ujarnya.

Ia juga berharap agar persoalan komunikasi tersebut diselesaikan melalui dialog yang baik, sehingga hubungan antara pemerintah kecamatan dan insan pers tetap berjalan secara profesional.

“Dalam praktik jurnalistik, konfirmasi merupakan bagian penting dari verifikasi informasi. Langkah tersebut diperlukan agar pemberitaan tidak hanya mengandalkan keterangan satu pihak, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pihak yang diberitakan untuk menjelaskan duduk persoalan,” tambah Baginda Muda Siregar.

Terlebih, informasi mengenai Dana Desa memerlukan ketelitian dan penjelasan dari pihak berwenang agar masyarakat memperoleh gambaran yang akurat mengenai proses administrasi maupun pelaksanaannya.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan langsung dari Camat Saipar Dolok Hole, Pardomuan Pangaribuan, mengenai keluhan para wartawan, ketidakhadirannya saat kunjungan berlangsung, maupun percakapan telepon yang disampaikan Zainal Abidin. (AHN)

Tinggalkan Balasan