Berita

GPPM dan KALBA Hadir di Tengah Masyarakat Bangun Gerakan Kolektif Menjaga Kamtibmas

73
×

GPPM dan KALBA Hadir di Tengah Masyarakat Bangun Gerakan Kolektif Menjaga Kamtibmas

Sebarkan artikel ini

 

BANTAEN.Sulsel.Liputan9.co

. Semangat kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat kembali ditunjukkan oleh Gerakan Peduli Pembinaan Masyarakat (GPPM) bersama Forum Massa Kaloling Layoa Bajiminasa (KALBA). Kedua forum massa tersebut kembali turun langsung ke tengah masyarakat dengan menyusuri 11 desa/kelurahan di tiga kecamatan dan dua wilayah hukum kepolisian sektor (Polsek) di Kabupaten Bantaeng, Sabtu (31/10/2026).

Dengan melibatkan sekitar 1.000 orang, gerakan ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus ajakan terbuka kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan ketenteraman lingkungan.

Kegiatan pergerakan massa tersebut turut mendapatkan pengawalan dan pemantauan dari aparat kepolisian, yakni Kasat Intelkam Polres Bantaeng beserta sejumlah anggota, Kapolsek Pajukukang bersama jajarannya Serta Kapolsek Tompobulu. Kehadiran aparat kepolisian tersebut merupakan bagian dari pengamanan kegiatan guna memastikan seluruh rangkaian aksi imbauan masyarakat berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Pergerakan massa diawali dari Desa Kaloling sebagai titik kumpul. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Desa Bajiminasa, Desa Pattallassang, Desa Bonto-Bontoa, Kelurahan Banyorang, Kelurahan Lembang Gantarangkeke, Kelurahan Tanah Loe, Desa Lumpangan, Desa Biangkeke, Desa Nipa-Nipa, dan Desa Tombolo, sebelum akhirnya kembali ke Desa Kaloling.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua KALBA, Drs. Hasanuddin, bersama Pengurus GPPM, Rusdi, B.S.Pd.I, bertindak sebagai orator yang secara bergantian menyampaikan imbauan kepada masyarakat melalui pengeras suara.

Dalam orasinya, Drs. Hasanuddin mengajak seluruh masyarakat, khususnya pihak-pihak yang diduga masih terlibat dalam aksi pencurian, agar segera menyadari kesalahannya dan menghentikan segala bentuk perbuatan yang merugikan orang lain.

“Kami mengajak siapa pun yang selama ini terlibat dalam aksi pencurian untuk segera sadar dan menghentikan perbuatannya. Jangan merugikan orang lain, jangan mengambil hak milik masyarakat, dan jangan menjadikan keresahan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Ingatlah bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi hukum. Tidak ada satu pun perbuatan kejahatan yang dapat dibenarkan. Masyarakat berhak mendapatkan rasa aman, ketenangan, serta perlindungan atas harta benda dan lingkungan tempat tinggalnya,” tegas Drs. Hasanuddin.

Sementara itu, Rusdi, B.S.Pd.I, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa gerakan GPPM dan KALBA merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi keamanan daerah sekaligus upaya membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tidak bersikap apatis terhadap persoalan keamanan lingkungan. Menurutnya, terciptanya situasi yang aman dan kondusif membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik masyarakat, pemerintah setempat maupun aparat penegak hukum.

“Kami tidak menginginkan adanya tindakan main hakim sendiri. Namun, kami menegaskan bahwa setiap dugaan tindak pidana harus ditindaklanjuti melalui jalur hukum dengan menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum.

Kami juga mengajak masyarakat agar tidak takut melaporkan kepada aparat kepolisian maupun pemerintah setempat apabila menjadi korban pencurian. Bagi warga yang mengetahui adanya dugaan tindak kejahatan, silakan menyampaikan informasi kepada pihak berwenang. Mari kita ajak siapa pun yang terlibat untuk kembali sadar dan menghentikan perbuatan yang meresahkan masyarakat,” ungkap Rusdi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Melalui gerakan dari desa ke desa ini, GPPM dan KALBA ingin membangun semangat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing.

Gerakan tersebut juga diharapkan dapat menjadi bentuk dukungan masyarakat terhadap tugas aparat keamanan dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Bantaeng.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pergerakan di sejumlah wilayah, para pengurus dan koordinator massa GPPM serta KALBA kembali berkumpul untuk melaksanakan rapat evaluasi.

Rapat tersebut membahas evaluasi pelaksanaan kegiatan serta langkah-langkah lanjutan dalam memperkuat gerakan sosial dan kepedulian masyarakat terhadap keamanan daerah.

GPPM dan KALBA berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang tumbuh dari kesadaran masyarakat sendiri.

Dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Bersama menjaga Bantaeng agar tetap aman, damai, dan kondusif.

Reporter: Ucok Haidir.

Tinggalkan Balasan