Berita

Dr,Asbin Pasaribu Pimpin Doa di PRSU ke-50 Harmoni 12 Etnis Labuhanbatu Curi Perhatian Pengunjung

79
×

Dr,Asbin Pasaribu Pimpin Doa di PRSU ke-50 Harmoni 12 Etnis Labuhanbatu Curi Perhatian Pengunjung

Sebarkan artikel ini

 

Medan –Liputan 9co

.Suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan mewarnai penampilan Kabupaten Labuhanbatu pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 Tahun 2026, Senin (20/7/2026) malam. Momentum tersebut semakin istimewa ketika Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu, Dr. Asbin Pasaribu, M.A., memimpin doa untuk kemajuan daerah di hadapan ratusan pengunjung yang memadati Panggung Seni dan Budaya PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan.

 

Doa yang dipanjatkan Dr. Asbin menjadi penanda bahwa kemajuan pembangunan tidak hanya ditopang oleh sektor ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga harus dilandasi nilai-nilai spiritual, persatuan, dan pelestarian budaya.

 

Dalam doanya, Dr. Asbin memohon kepada Allah SWT agar Kabupaten Labuhanbatu senantiasa diberi keberkahan, keamanan, persatuan, dan kemajuan sehingga menjadi daerah yang semakin religius, sejahtera, maju, serta bermartabat.

 

Turut mendampingi pada momen tersebut Dr. Syafaruddin Siagian, S.H.I., M.H. Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu, yang bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni budaya dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

 

Penampilan Kabupaten Labuhanbatu yang mengusung tema “Harmoni Emas” berhasil mencuri perhatian para pengunjung melalui sajian seni budaya dari 12 etnis yang hidup berdampingan secara harmonis di daerah tersebut.

 

Acara dihadiri langsung oleh Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.KM., didampingi Wakil Bupati H. Jamri, S.T., serta jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala OPD, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

 

Dalam sambutannya, Bupati Maya Hasmita menegaskan bahwa modernisasi harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya sebagai jati diri bangsa.

 

“Kita terbuka terhadap modernisasi, namun jangan sampai kehilangan akar budaya warisan leluhur. Nilai gotong royong, budi pekerti, dan jati diri harus tetap menjadi kekuatan dalam membangun Labuhanbatu yang maju dan bermartabat,” ujar Bupati.

 

Malam budaya semakin semarak dengan penampilan bintang cilik Liliana Jovinta Boru Pasaribu, Pilandok Malay, solo vokal Sasha Aritonang, persembahan pengurus TP-PKK dan DWP Labuhanbatu, aksi 4 Diva Rantauprapat, hingga penampilan memukau Tari Zapin Rentak Bersilat dari Sanggar Pesona Permata yang mendapat sambutan hangat dari para pengunjung.

 

Pergelaran budaya ini menjadi bukti bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang menyatukan masyarakat Labuhanbatu. Perpaduan antara kekayaan budaya, kepemimpinan daerah, dan doa yang dipanjatkan oleh Dr. Asbin Pasaribu memberikan pesan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus dibangun di atas fondasi budaya, persatuan, dan nilai-nilai keagamaan.

 

Melalui partisipasi pada PRSU ke-50, Kabupaten Labuhanbatu kembali menunjukkan komitmennya dalam mempromosikan kekayaan budaya lokal sekaligus memperkuat citra daerah yang harmonis, religius, dan semakin bermartabat di tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Red

Tinggalkan Balasan