MADINA|LIPUTAN 9.CO
Poros Pelajar: Ikatan Pelajar NU (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Kabupaten Mandailing Natal memberikan dukungan penuh dan mengapresiasi Kapolres Mandailing Natal yang sudah mendisposisikan secara resmi laporan dari Magrifat Lubis dan RISWANDI Nasution setebal 19 halaman tentang Peti di Kotanopan untuk dimulai tahapan penyelidikan intensif kepada salah satu pelaku yaitu PW atau sering disebut Mr. P.
Magrifatulloh yang juga seorang jurnalis dan didampingi oleh Ridwandi seorang aktivis mahasiswa mengatakan: “Surat Laporan ini sengaja ditembuskan ke tingkat ya g lebih tinggi yaitu kepada Menteri Pertahanan RI selaku Koordinator Nasional Satgas PKH (Penertiban Kawasan Hutan), Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ESDM, jajaran Kapolri dan beberapa NGO yang berafiliasi dengan hutan dan lingkungan hidup.
Nuzul Ramadhan selaku Ketua IPNU Mandailing Natal mengapresiasi langkah dan kecerdasan pelapor dalam membuat laporan agar lebih inten dalam penanganannya. Agar pelaku Peti di Kotanopan tidak selalu mengandalkan deking, beckap dan warna sehingga banyak pelaku Peti arogan, sombong bahkan berani mengancam karena merasa mereka dilindungi.
Ketua IPA Mandailing Natal menambahkan bahwa pelaku peti di Kotanopan sering mentertawakan razia APH bersama dengan rombongan karena mereka yakin bahwa razia itu hanya cara untuk meminta rokok Surya, Marlong, Samsoe dan Roti dengan teh manis dingin yang dibungkus menggunakan pipet berwana kuning keemas-emasan.
Dengan keluarnya disposisi secara resmi oleh Kapolres Mandailing Natal untuk masuk untuk memulai tahap penyelidikan intensif terhadap Peti di Kotanopan yang diduga diaktori oleh PW/ Mr.P bersama barisan, maka kami mendukung penuh dan siap menunggu hasil yang baik dalam penyelidikan ini. Semoga hasilnya menjawab pertanyaan kami selama ini yang selalu melihat mereka tertawa selalu bilamana sudah ada razia APH. Apakah mereka tertawa karena sudah punya becking, decking atau mereka sedang mabuk oleh Surya, Marlong atau mungkin karena Sabu?, tambah Ketua IPA Madina.
Olehkarena itu jangan hanya penyelidikan pada Peti akantetapi kami berharap penyelidikan ini mengikuti konteks yaitu Lingkungan hidup, jual beli narkoba dan juga pemakaian narkoba. Kami yakin dan percaya lingkaran Peti banyak yang terlibat Narkoba, tegas Ketua IPNU Madina.
Mahasiswa dari segenap aktivis mengharapkan kasus Peti ini bisa ditersangkakan secepatnya dan menemukan jaringan narkoba yang ada di dalamnya sekalipun itu adalah toke daripada Peti itu sendiri. Mahasiswa berharap jangan dibiarkan toke Peti yang memakai narkoba leluasa dalam beraktivitas kami mendukung sekaligus para Toke Peti dites urinnya demi menyelamatkan regenerasi muda khususnya Pelajar Madina.
(H.L)












