Berita

Kapolri dan Panglima TNI Sepakat Sikat Beking Tambang Ilegal,Bos PETI di Madina Wajib Waspada

58
×

Kapolri dan Panglima TNI Sepakat Sikat Beking Tambang Ilegal,Bos PETI di Madina Wajib Waspada

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta,Liputan9.co

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan tidak ada kompromi bagi pelaku kejahatan termasuk pihak yang membekingi tambang emas ilegal. Pernyataan tegas itu disampaikan saat pertemuan dengan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026).

Pertemuan tersebut merupakan kunjungan resmi perdana Kapolri Suyudi setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto. Agenda utama yang dibahas adalah penguatan sinergi TNI-Polri untuk menghadapi berbagai ancaman keamanan nasional, mulai dari peredaran narkotika, pertambangan ilegal, premanisme, hingga kejahatan siber.

“Tidak boleh ada kompromi terhadap siapa pun yang terlibat, termasuk pihak yang membekingi kejahatan tersebut,” tegas Kapolri Suyudi dalam keterangan tertulisnya.

Satgas Terpadu TNI-Polri Dibentuk

Untuk memberantas tambang ilegal, Kapolri menyebut telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Terpadu TNI-Polri. Satgas ini akan menindak aktivitas pertambangan ilegal sekaligus melindungi kekayaan alam negara.

Kapolri menegaskan penegakan hukum tidak boleh hanya berhenti pada pelaku di lapangan semata, tetapi harus menyentuh jaringan, aliran dana, dan pihak-pihak yang memungkinkan kejahatan terus berjalan.

Pernyataan ini menjadi sinyal keras bagi para bos atau cukong tambang emas tanpa izin (PETI) yang selama ini merasa kebal hukum karena diduga memiliki beking dari oknum aparat.

Relevan dengan Kasus Madina

Instruksi Kapolri dan Panglima TNI ini sangat relevan dengan kondisi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Seperti diberitakan beberapa media hari ini sebelumnya, seorang pekerja PETI bernama Anwar (43) warga Desa Sirambas tewas tertimpa pohon aren di lokasi PETI Desa Simpang Tolang, Kotanopan, Senin malam.

Lokasi tambang tersebut diduga milik SC warga Pidoli Lombang yang disebut-sebut mengoperasikan lebih dari satu lubang PETI di kawasan tersebut.

Dengan adanya Satgas Terpadu dan perintah langsung Kapolri untuk menyikat beking tambang ilegal, masyarakat Madina berharap Polres Madina dan Kodim 0212/TS tidak lagi tutup mata terhadap aktivitas PETI yang sudah memakan korban jiwa dan merusak lingkungan di Kotanopan, Muara Batang Gadis, dan Lingga Bayu.

“Kita ini merupakan keluarga besar yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI. Karena itu, soliditas dan sinergi TNI-Polri harus terus dipelihara, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Kapolri.

Red

Tinggalkan Balasan