Selayar, Liputan 9.co
Kelangkaan BBM subsidi maupun non-subsidi di Kabupaten Kepulauan Selayar mulai memunculkan tanda tanya besar. Di tengah masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM di SPBU, muncul informasi mengenai adanya penampungan BBM menggunakan drum di sebuah gudang produksi di wilayah Benteng.
Kondisi tersebut kini menjadi sorotan. Publik mempertanyakan apakah keberadaan penampungan BBM dalam jumlah tertentu di gudang tersebut memiliki kaitan dengan kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah titik.
Pertanyaan itu penting dijawab, bukan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi untuk memastikan ke mana aliran BBM yang seharusnya dapat diakses masyarakat.
Terlebih, warga mengaku harus mendapatkan BBM melalui pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi. Untuk satu botol, Isi 1 liter harga BBM Pertalite Rp 15000. .Per botol isi 1.Liter. kemudian Harga pertamax di pengecer itu ber pariasi ada yang jual 18 ribu dan yang jual Rp.20 sampai harga Rp 25 rb Rp 30. Ribu. Bahkan sampai Rp 35 ribu Per 1 botol isi 1 satu liter yang dijual para pengecer tesebut, hal ini dikatakan oleh warga masyarakat bernisial Ris,
“Kalau memang ada penampungan BBM dalam drum di gudang produksi Benteng, ini harus diperiksa. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan BBM, sementara di tempat lain justru ada penampungan,” demikian keresahan yang berkembang di tengah masyarakat.
Karena itu, Aparat Penegak Hukum (APH) diminta tidak hanya menunggu laporan, tetapi melakukan inspeksi mendadak atau Sidak langsung ke gudang yang dimaksud.
Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan jenis BBM yang tersimpan, asal-usulnya, jumlah yang ditampung, legalitas penyimpanannya, serta peruntukannya.
Jika ditemukan BBM subsidi, pertanyaan berikutnya tentu lebih serius: dari mana BBM tersebut diperoleh dan untuk kepentingan siapa penampungan dilakukan?
Sebaliknya, apabila penampungan tersebut ternyata legal dan memiliki dokumen lengkap, hasil pemeriksaan APH juga penting disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Publik kini menunggu keberanian APH untuk turun langsung ke lapangan. Sebab ketika BBM menghilang dari SPBU dan harga di tingkat pengecer melonjak, setiap titik yang diduga menjadi lokasi penampungan patutdiperiksa secara transparan.
Benarkah ada kaitan antara kelangkaan BBM dengan penampungan drum di gudang produksi yg Benteng? Jawabannya hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan langsung dan penelusuran rantai distribusi.( Tim/LP/UH )












