Internasional

Menyambut Pengakuan 4 Negara Barat soal Kedaulatan Palestina yang Pancing Kemarahan Netanyahu

147
×

Menyambut Pengakuan 4 Negara Barat soal Kedaulatan Palestina yang Pancing Kemarahan Netanyahu

Sebarkan artikel ini
negara barat akui kemerdekaan palestina

(Liputan9.co) – Sorotan dunia kini tertuju pada sikap sejumlah negara Barat yang resmi mengakui kedaulatan Palestina. Gelombang pengakuan ini datang dari Inggris, Kanada, Australia, hingga Portugal.

Inggris Resmi Umumkan Pengakuan

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan negaranya secara resmi mengakui Palestina sebagai negara merdeka.

“Hari ini, untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian bagi Palestina dan Israel, serta solusi dua negara, Inggris secara resmi mengakui negara Palestina,” tulis Starmer di akun X, Minggu (21/9/2025).

Ia menegaskan, langkah tersebut adalah awal untuk membangun kembali kepercayaan antara kedua pihak sekaligus memperkuat komitmen Inggris terhadap solusi dua negara.

Australia dan Kanada Ikut Bergabung

Australia turut menyampaikan dukungan yang sama. Perdana Menteri Anthony Albanese bersama Menlu Penny Wong menegaskan pengakuan resmi Australia terhadap kemerdekaan Palestina.

“Dengan demikian, Australia mengakui aspirasi sah dan lama rakyat Palestina untuk memiliki negara sendiri,” tulis keduanya dalam pernyataan bersama di X pada 21 September 2025.

Mereka menilai, pengakuan ini bagian dari upaya internasional untuk membuka momentum baru menuju perdamaian.

Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga menyatakan hal serupa. Dalam pernyataannya, Carney menegaskan komitmen Kanada untuk ikut serta membangun perdamaian di kawasan.

“Kanada mengakui Negara Palestina dan menawarkan kemitraan kami dalam mewujudkan masa depan yang damai bagi Palestina dan Israel,” ujarnya.

Portugal Menyusul

Tak ketinggalan, Portugal juga resmi menyatakan pengakuannya. Menteri Luar Negeri Paulo Rangel menyebut keputusan tersebut sebagai bagian dari konsistensi kebijakan luar negeri Portugal.

“Dengan demikian, pengakuan negara Palestina merupakan pemenuhan kebijakan yang fundamental, konsisten, dan disepakati secara luas,” kata Rangel kepada wartawan di New York menjelang Sidang Umum PBB, Senin (22/9/2025).

Netanyahu Tolak dan Kritik

Di pihak lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menilai gelombang pengakuan negara Barat itu tidak akan mengubah kenyataan politik di lapangan.

“Tidak akan ada negara Palestina yang didirikan di sebelah barat Sungai Yordan,” tegas Netanyahu dalam pernyataannya, Senin (22/9/2025).

Ia bahkan mengaitkan keputusan tersebut dengan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
“Saya punya pesan yang jelas bagi para pemimpin yang mengakui negara Palestina setelah pembantaian mengerikan itu: Anda memberikan imbalan besar kepada teror,” ujarnya dikutip AFP.

Tinggalkan Balasan