Mandailing Natal, Liputan 9.co
Puluhan tahun warga Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, mengeluhkan tidak dapat menggunakan Sungai Batang Natal akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di hulu sungai.
Keluhan tersebut disampaikan masyarakat melalui berbagai platform media sosial seperti Facebook dan TikTok dalam beberapa minggu terakhir. Mereka meminta aparat penegak hukum segera turun tangan.
Masyarakat Kecamatan Natal menyebut sumber kerusakan sungai berasal dari aktivitas PETI yang marak di wilayah hulu, yakni di Kecamatan Batang Natal dan Kecamatan Lingga Bayu. Akibat aktivitas tersebut, air Sungai Batang Natal yang melintasi Kecamatan Natal menjadi keruh, berlumpur, dan tidak dapat dipergunakan sama sekali untuk kebutuhan sehari-hari.
“Sudah puluhan tahun kami warga Natal tidak bisa lagi menggunakan Sungai Batang Natal. Airnya keruh terus akibat PETI di atas, di Batang Natal dan Lingga Bayu. Mau mandi, cuci, cari ikan, tidak bisa lagi. Kami mohon kepada Bapak Kapolri, Bapak Kapolda Sumatera Utara, dan Bapak Kapolres Mandailing Natal agar menertibkan PETI ini,” ungkap salah seorang warga Natal dalam video yang viral di TikTok dan Facebook.
Warga menilai aktivitas PETI di Kecamatan Lingga Bayu dan Batang Natal sudah sangat meresahkan dan merusak lingkungan. Selain merusak sungai, aktivitas tersebut juga dikhawatirkan menjadi penyebab pendangkalan sungai dan berpotensi menyebabkan banjir di wilayah hilir Kecamatan Natal.
Masyarakat Kecamatan Natal berharap Polres Mandailing Natal segera mengatensi keluhan tersebut dan melakukan penindakan tegas sesuai hukum yang berlaku. Mereka juga meminta Kapolda Sumatera Utara dan Kapolri untuk memberikan perhatian khusus terhadap persoalan PETI yang telah berlangsung puluhan tahun tersebut.
“Kami mohon kepada Kapolres Madina segera atensi keluhan warga Natal. Jangan biarkan sungai kami mati. Ini sudah puluhan tahun kami menderita. Tolong tertibkan PETI di Lingga Bayu dan Batang Natal,” pinta warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Mandailing Natal terkait keluhan warga Kecamatan Natal tersebut. Warga berharap aparat tidak tutup mata dan segera melakukan operasi penertiban PETI di wilayah hulu Sungai Batang Natal demi memulihkan fungsi sungai dan menyelamatkan lingkungan.
Red












