Paluta| Liputan 9.co
Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara kembali menegaskan komitmennya dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat. Melalui Rapat Koordinasi Ke-2 Satuan Tugas (Satgas) MBG yang digelar di Aula Rapat Sekretaris Daerah, Selasa (15/9/2026),
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati, H. Basri Harahap, didampingi Sekretaris Daerah Dr. Patuan Rahmat Syukur P. Hasibuan, S.STP., MM., selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Paluta, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam arahannya, Wakil Bupati H. Basri Harahap menegaskan bahwa program ini bukan sekadar urusan membagikan porsi makanan gratis, melainkan investasi jangka panjang demi menyongsong Generasi Emas 2045. Keberhasilannya sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak, bukan hanya satu instansi.
“Mari kita jadikan program ini sebagai gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab satu instansi, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat Padang Lawas Utara,” ujar wakil bupati.
Wakil Bupati juga mengingatkan agar padang lawas utara belajar dari kendala yang terjadi di daerah lain. Ia menaruh harapan besar agar program ini berjalan lancar demi masa depan SDM daerah.
Untuk mewujudkan visi besar tersebut, ketersediaan bahan baku lokal menjadi tantangan yang paling disoroti. Sekretaris Daerah, menekankan perlunya kajian mendalam dari Dinas Pertanian terkait kapasitas suplai petani agar program MBG tidak memicu kelangkaan bahan pokok di pasar lokal.
“Bagaimana nantinya menyediakan bahan baku pangan ini, saya harapkan tolong dikaji, dan kajian ini nanti akan kita dorong melalui kelompok-kelompok tani yang ada di setiap kecamatan,” tegas sekda.
Sekda memberikan gambaran riil mengenai lonjakan permintaan pangan jika nantinya seluruh Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) di Padang Lawas Utara beroperasi penuh. Hal ini membutuhkan manajemen pasokan yang sangat rapi.
“Kalau 90 SPPG beroperasi, bayangkan kalau semua SPPG beli beras lokal yang ada di sini, pasti kita yang tinggal di sini akan kesulitan, beras langka, dan harga pasti naik. Sekarang saja di lapangan harga ayam sudah mulai naik,” jelasnya memperingatkan perlunya antisipasi inflasi.
Selain urusan rantai pasok, keamanan dan higienitas pangan menjadi instruksi tegas dari jajaran pimpinan daerah. Sekda mewanti-wanti seluruh pengawas dan mitra SPPG agar melakukan quality control yang ketat.
“Bagaimana kita menghindari kejadian-kejadian yang telah terjadi di tempat lain, seperti keracunan makanan. Saya minta tolong, jangan sampai sempat kejadian keracunan makanan di Kabupaten Padang Lawas Utara. Saya tidak mau itu. Tolong pantau semua kegiatan yang ada di SPPG ini,” tegas sekda.
Lebih lanjut, persoalan operasional dapur SPPG seperti manajemen limbah rumah tangga juga tak luput dari perhatian. Pemkab tidak membenarkan adanya pembuangan limbah sisa makanan yang tidak terpusat sehingga mencemari lingkungan warga.
Sebagai penutup, Rakor ini menyepakati dorongan kolaborasi antara Dinas Pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan para penyedia SPPG. Dengan sinergi yang tepat, Program MBG di Kabupaten Padang Lawas Utara diharapkan tidak hanya sukses mencetak generasi cerdas dan sehat, tetapi juga memutar roda perekonomian akar rumput secara signifikan.
(DH)












