Kesehatan

WASPADA PERUT BEGAH! KENALI 5 PENYEBAB, GEJALA, DAN LANGKAH PENANGANAN AGAR KESEHATAN PENCERNAAN TETAP TERJAGA

128
×

WASPADA PERUT BEGAH! KENALI 5 PENYEBAB, GEJALA, DAN LANGKAH PENANGANAN AGAR KESEHATAN PENCERNAAN TETAP TERJAGA

Sebarkan artikel ini

LIPUTAN9.CO – KESEHATAN

JAMBI – Gangguan perut begah merupakan salah satu keluhan pencernaan yang kerap dialami masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi ini ditandai dengan sensasi perut terasa penuh, padat, kencang, hingga tidak nyaman. Pada sebagian orang, keluhan tersebut bahkan dapat disertai nyeri, kram, dan pembesaran perut.

Meski sering dianggap sebagai gangguan ringan, perut begah tidak boleh selalu disepelekan. Apabila terjadi berulang, berlangsung lama, atau disertai gejala tertentu, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan yang memerlukan pemeriksaan tenaga medis.

Mengenali gejala perut begah

Perut begah merupakan sensasi penuh atau tekanan pada bagian perut yang umumnya berkaitan dengan penumpukan gas maupun gangguan proses pencernaan.

Beberapa gejala yang perlu dikenali antara lain sering bersendawa, perut tampak membesar, sering buang angin, nyeri atau kram perut, serta muncul suara dari dalam perut seperti keroncongan.

Keluhan tersebut dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari, terutama apabila terjadi setelah makan atau berlangsung dalam waktu cukup lama.

Lima faktor yang dapat memicu perut begah

Terdapat sejumlah faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami perut begah.

Pertama, terlalu banyak menelan udara. Kebiasaan makan terburu-buru, berbicara saat makan, mengunyah permen karet, merokok, serta mengonsumsi minuman berkarbonasi dapat meningkatkan jumlah udara yang masuk ke saluran pencernaan.

Kedua, konsumsi makanan tertentu. Makanan tinggi lemak dan beberapa jenis karbohidrat kompleks membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Kubis, brokoli, kembang kol, kacang-kacangan, serta makanan berminyak dapat memicu produksi gas pada sebagian orang.

Ketiga, intoleransi makanan. Sebagian orang mengalami kesulitan mencerna zat tertentu, salah satunya laktosa yang terdapat dalam susu dan produk olahannya. Kondisi ini dapat menimbulkan kembung, gas, dan rasa tidak nyaman pada perut.

Keempat, perubahan hormon saat menstruasi. Sebagian perempuan mengalami perut terasa penuh dan kencang menjelang maupun selama menstruasi akibat perubahan hormon serta perubahan pergerakan usus.

Kelima, gangguan sistem pencernaan. Perut begah juga dapat berkaitan dengan sembelit, sindrom iritasi usus atau Irritable Bowel Syndrome (IBS), penyakit celiac, penyakit radang usus, refluks asam lambung, hingga gangguan pengosongan lambung.

Pada kondisi tertentu, keluhan kembung yang menetap juga dapat berkaitan dengan penyakit serius. Karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya.

Langkah penanganan dan pencegahan

Untuk membantu mengurangi keluhan perut begah, masyarakat dapat menerapkan kebiasaan hidup sehat, antara lain:

Membiasakan makan secara perlahan dan mengunyah makanan dengan baik.

Mengurangi konsumsi minuman berkarbonasi serta makanan yang diketahui memicu gas.

Memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup.

Melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki sekitar 30 menit sesuai kemampuan.

Menjaga pola makan teratur dan mencegah sembelit.

Mengenali jenis makanan yang dapat memicu keluhan pada masing-masing individu.

Selain itu, sebagian orang merasa terbantu dengan minuman jahe atau peppermint. Namun, penggunaan bahan herbal maupun obat-obatan tetap perlu memperhatikan kondisi kesehatan dan kemungkinan interaksi dengan obat lain.

Penggunaan obat seperti antasida, simethicone, antispasmodik, maupun obat lainnya sebaiknya disesuaikan dengan penyebab keluhan dan petunjuk tenaga medis. Antibiotik tidak boleh digunakan tanpa indikasi serta resep dokter.

Kapan harus segera memeriksakan diri?

Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan apabila perut begah disertai nyeri perut berat atau terus-menerus, diare berkepanjangan, perubahan pola buang air besar, tinja berdarah atau berlendir, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, kehilangan nafsu makan, maupun cepat merasa kenyang.

Apabila mengalami nyeri dada, sesak napas, muntah darah, atau nyeri perut hebat secara mendadak, segera cari pertolongan medis darurat.

Pemeriksaan dokter dapat dilakukan melalui wawancara riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan tambahan apabila diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan.

Edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat

Perut begah memang sering kali berkaitan dengan penumpukan gas atau proses pencernaan yang kurang optimal. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa setiap keluhan memiliki penyebab yang berbeda sehingga penanganannya tidak dapat disamaratakan.

Kesadaran menjaga pola makan, mencukupi kebutuhan air putih, beraktivitas fisik, serta tidak mengabaikan gejala yang berlangsung terus-menerus merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan pencernaan.

Pesan kesehatan: Jangan hanya menganggap perut begah sebagai gangguan biasa. Kenali gejalanya, perhatikan pola makan, dan jangan menunda pemeriksaan apabila muncul tanda-tanda yang mengkhawatirkan.

LIPUTAN9.CO

Informasi Kesehatan, Edukasi Masyarakat, dan Kepentingan Publik.

Ditulis Oleh: Apriandi, Tj., C.JI., C.LWI

Tinggalkan Balasan