Regional

Kawal Jenazah dari Juanda, Warga Sampang Dipalak Rp3 Juta dan Dikeroyok di Sedati-MADAS Sedarah Turun Tangan

44
×

Kawal Jenazah dari Juanda, Warga Sampang Dipalak Rp3 Juta dan Dikeroyok di Sedati-MADAS Sedarah Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

SURABAYA,LIPUTAN9.co – Seorang warga Kabupaten Sampang, Madura, bernama Naiman, diduga menjadi korban tindak pidana pemerasan disertai pengeroyokan oleh sekelompok orang yang diduga melakukan aksi premanisme di kawasan Jalan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Rabu, (15/4/2026).

Peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah mengawal ambulans dalam misi kemanusiaan menjemput jenazah dari Bandara Internasional Juanda.

Insiden bermula ketika Naiman bersama rombongan berangkat dari Sampang menuju Surabaya untuk menjemput jenazah. Namun, di tengah perjalanan tepatnya di Jalan Sedati, rombongan tiba-tiba dihentikan oleh sekelompok orang tak dikenal.

Tanpa dasar kewenangan yang jelas, para pelaku diduga melakukan penghentian secara paksa. Situasi kemudian memanas ketika mereka melontarkan kata-kata tidak senonoh, disertai tindakan kekerasan berupa pengeroyokan terhadap korban.

Dalam kondisi tertekan, Naiman diduga dipaksa menyerahkan sejumlah uang sebesar Rp3 juta. Para pelaku bahkan disebut mengancam dan melakukan pemukulan apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi.

Peristiwa ini dinilai sangat ironis, mengingat korban saat itu sedang menjalankan tugas kemanusiaan dengan mengawal ambulans untuk menjemput jenazah agar bisa segera dibawa pulang ke kampung halaman.

Tidak terima atas kejadian tersebut, korban telah melaporkan insiden yang dialaminya ke Polda Jawa Timur guna mendapatkan perlindungan hukum serta keadilan.

Menanggapi kasus ini, tim dari MADAS Sedarah langsung turun tangan memberikan pendampingan kepada korban. Organisasi tersebut menegaskan komitmennya untuk mengawal proses hukum hingga tuntas.

“Kami mengecam keras segala bentuk tindakan premanisme yang meresahkan masyarakat, terlebih dalam situasi duka seperti ini. Ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga melukai nilai kemanusiaan,” tegas Aziz MADAS Sedarah, Jum’at, (17/4/2026).

MADAS Sedarah juga mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polda Jawa Timur, untuk segera mengungkap dan menangkap seluruh pelaku serta memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, MADAS Sedarah mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kondusivitas wilayah Jawa Timur dan tidak memberikan ruang bagi praktik-praktik premanisme yang merugikan.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan bahwa praktik premanisme masih terjadi dan dapat menimpa siapa saja, bahkan dalam situasi kemanusiaan seperti pengawalan jenazah.

Publik pun berharap aparat penegak hukum dapat bertindak cepat dan tegas demi menjamin rasa aman di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan