Regional

Viral! Program MBG Balita di Desa Batioh Sampang Disorot, Warga Pertanyakan Kualitas dan Transparansi Anggaran

99
×

Viral! Program MBG Balita di Desa Batioh Sampang Disorot, Warga Pertanyakan Kualitas dan Transparansi Anggaran

Sebarkan artikel ini

SAMPANG,LIPUTAN9.CO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, keluhan datang dari warga Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (17/2/2026).

Sejumlah ibu penerima manfaat mempertanyakan isi paket bantuan yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran harian yang disebut mencapai belasan ribu rupiah per anak.

Sorotan publik mencuat setelah beredarnya unggahan video di Facebook Reels yang memperlihatkan isi paket MBG balita di Desa Batioh. Dalam video tersebut, bantuan yang dibagikan tampak hanya berupa beberapa kotak susu anak, roti kemasan, serta telur.

Unggahan itu pun viral dan memantik beragam komentar dari warganet. Banyak yang mempertanyakan transparansi pelaksanaan program serta kesesuaian bantuan dengan anggaran yang telah ditetapkan.

“Tidak bermaksud membandingkan, tapi kalau anggaran MBG balita per harinya sekitar Rp15 ribu atau lebih, kok paketnya seperti ini. Masak bantuan rapel satu minggu hanya seperti ini,” tulis akun pengunggah dalam video tersebut.

Tak hanya menyoroti nilai bantuan, warga juga mempertanyakan jenis makanan yang dibagikan. Roti kemasan dengan masa simpan panjang menjadi perhatian tersendiri.

Warga menduga penggunaan produk tersebut tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) program MBG yang seharusnya mengutamakan makanan segar dan sehat bagi balita.

“Roti yang dipakai jenis Aoka, masa kedaluwarsanya panjang. Ini diduga tidak sesuai juknis, karena setahu kami tidak boleh menggunakan makanan dengan pengawet lama,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Program MBG sendiri dirancang sebagai upaya pemenuhan gizi anak-anak, khususnya balita yang rentan mengalami stunting. Oleh sebab itu, kualitas menu dan keamanan pangan menjadi perhatian utama agar tujuan program benar-benar tercapai dan tidak sekadar formalitas penyaluran bantuan.

Sejumlah tokoh masyarakat Desa Batioh meminta adanya evaluasi menyeluruh. Mereka mendesak pihak pelaksana di tingkat desa maupun dinas terkait di Kabupaten Sampang untuk memberikan penjelasan terbuka mengenai:

• Standar menu dan komposisi gizi yang ditetapkan
•Mekanisme pengadaan bahan makanan
•Sistem pengawasan kualitas dan keamanan produk
•Rincian penggunaan anggaran per anak per hari

“Kalau memang anggarannya jelas dan sesuai aturan, sampaikan secara transparan. Supaya masyarakat tidak berprasangka dan program ini tetap dipercaya,” ujar Zeini Tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Kepala SPPG atau penyedia MBG yang menyalurkan bantuan ke Desa Batioh.

Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan melakukan evaluasi dan pengawasan ketat. Program yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi balita jangan sampai justru menimbulkan polemik dan kekecewaan publik.

Kasus ini kini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Warga menanti jawaban: apakah paket yang diterima sudah sesuai standar dan anggaran, ataukah ada yang perlu dibenahi dalam pelaksanaannya.

Tinggalkan Balasan