Padangsidimpuan, LIPUTAN9.CO — Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kota Padangsidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan periode 2026–2031 resmi dikukuhkan di Gedung Balai STAITA, Jalan Mawar, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Minggu, (25/10/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi momentum orientasi politik untuk memperkuat soliditas kader, memperluas struktur kepengurusan hingga tingkat ranting, serta meningkatkan peran partai dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Muniruddin Ritonga, S.H.I., M.Ag., utusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB yang juga menjabat Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sumatera Utara sekaligus anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi PKB.
Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kota Padangsidimpuan Harnovil Harun yang mewakili wali kota, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari kedua daerah.
Dalam kepengurusan periode 2026–2031, Ahmad Fadlan Nasution dipercaya memimpin DPC PKB Kota Padangsidimpuan sebagai ketua. Ia didampingi Ibnul Choir Siregar sebagai sekretaris dan Zainal Abidin Nasution sebagai bendahara.
Sementara itu, DPC PKB Kabupaten Tapanuli Selatan dipimpin Ihwan Nasution sebagai ketua, dengan Sofyan Hanafi Tanjung sebagai sekretaris dan Ipong Dalimunthe sebagai bendahara.
Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal sekaligus membangun organisasi yang lebih solid, terstruktur, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ketua DPC PKB Kota Padangsidimpuan, Ahmad Fadlan Nasution, menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membesarkan partai dan memperkuat kehadirannya di tengah masyarakat.
Menurutnya, seluruh pengurus dan kader harus memiliki komitmen yang sama dalam menjalankan roda organisasi, memperkuat komunikasi politik, serta membangun kedekatan dengan masyarakat hingga tingkat lingkungan dan kelurahan.
“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang harus kami jalankan bersama. Pelantikan bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal untuk bekerja lebih serius, memperkuat soliditas pengurus, dan membesarkan PKB hingga ke akar rumput,” ujar Ahmad Fadlan Nasution.
Ia menekankan, kekuatan partai politik tidak hanya diukur dari besarnya struktur kepengurusan, tetapi juga dari kemampuan kader dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata.
Karena itu, ia mendorong seluruh kader PKB agar lebih aktif turun ke tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, serta berupaya menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kami ingin PKB hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan hanya ketika menjelang pemilu. Kader harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan warga, memahami persoalan yang mereka hadapi, dan memperjuangkan aspirasi tersebut melalui jalur politik serta mekanisme kelembagaan yang tersedia,” tambah Ahmad Fadlan.
Ia juga menyoroti pentingnya memaksimalkan peran kader PKB yang duduk di DPRD Kota Padangsidimpuan maupun DPRD Provinsi Sumatera Utara.
Menurutnya, keberadaan kader di lembaga legislatif merupakan salah satu kekuatan strategis untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, mengawal kebijakan publik, serta memperjuangkan kepentingan daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Ia berharap sinergi antara pengurus partai, kader legislatif, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga perjuangan politik PKB berjalan seiring dengan kebutuhan dan harapan warga.
Dalam arahannya, Muniruddin Ritonga mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang mampu mengenali dan memaksimalkan potensi setiap kader dalam organisasi. Ia mengutip sebuah pepatah yang dikaitkannya dengan Tan Malaka.
“Keahlian seorang tukang kayu adalah tidak ada kayu yang tersisa,” ujarnya.
Pepatah tersebut menggambarkan bahwa seorang pemimpin harus mampu menempatkan setiap individu sesuai kemampuan dan potensinya agar seluruh sumber daya organisasi dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dalam organisasi politik, setiap kader memiliki latar belakang, keahlian, dan pengalaman yang berbeda. Perbedaan tersebut, menurut pesan yang disampaikannya, perlu dikelola menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.
Kepemimpinan yang efektif tidak hanya bertumpu pada instruksi, tetapi juga pada kemampuan membangun kerja sama, memberikan ruang bagi kader untuk berkontribusi, serta memastikan setiap pengurus memahami tanggung jawabnya.
Muniruddin juga menyampaikan bahwa Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PKB di tingkat kecamatan telah terbentuk, dengan masing-masing kepengurusan beranggotakan 21 orang.
Keberadaan struktur tersebut menjadi modal awal untuk memperkuat konsolidasi organisasi. Tahap berikutnya adalah memastikan seluruh kepengurusan dapat menjalankan fungsi secara aktif dan berkelanjutan, termasuk melalui kaderisasi, koordinasi, serta kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pengukuhan DPC PKB Kota Padangsidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan periode 2026–2031 menjadi langkah awal bagi kedua kepengurusan dalam menata organisasi dan memperkuat kesiapan menghadapi dinamika politik ke depan.
Menjelang Pemilu 2029, penguatan struktur partai, peningkatan kualitas kader, serta perluasan jaringan hingga tingkat ranting menjadi agenda penting untuk membangun organisasi yang lebih kokoh.
Namun, konsolidasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan persiapan menghadapi kontestasi politik. Partai juga dituntut mampu menjalankan fungsi pendidikan politik, menyerap aspirasi masyarakat, serta mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik.
Kedekatan dengan masyarakat perlu diwujudkan melalui komunikasi yang terbuka, kegiatan sosial, dan keterlibatan kader dalam berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Dengan demikian, keberadaan partai tidak hanya terlihat dalam kegiatan seremonial atau momentum pemilu, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Kepengurusan baru PKB Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan diharapkan mampu menerjemahkan amanah organisasi menjadi program kerja yang terukur, memperkuat koordinasi internal, serta menjaga konsistensi perjuangan politik.
Melalui soliditas kader dan penguatan jaringan organisasi, PKB di kedua daerah tersebut diharapkan semakin siap memperjuangkan aspirasi masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik menuju Pemilu 2029. (AHN)












