SUMENEP,LIPUTAN9.CO – Camat Rubaru akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan nepotisme dalam proses pembuatan website desa yang belakangan ramai menjadi pembahasan publik.
Tuduhan tersebut sebelumnya muncul setelah beberapa pihak menuding adanya keberpihakan kepada salah satu penyedia jasa atau individu tertentu dalam proyek digitalisasi desa.
Dalam pernyataannya, Camat Rubaru Tabrani ia menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan pembuatan website desa telah mengikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku.
Ia menyebut bahwa tidak ada unsur nepotisme ataupun keberpihakan dalam penunjukan pihak pengembang website.
“Saya tegaskan, tidak ada praktik nepotisme dalam proses ini. Semua desa memiliki kewenangan masing-masing dalam menentukan penyedia sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran mereka.
Pihak kecamatan tidak pernah mengarahkan ataupun menentukan penyedia tertentu,” ujar Tabrani kepada liputan9.co Rabu, (3/12).
Lebih lanjut, Tabrani Camat Rubaru menjelaskan bahwa program pembuatan website desa merupakan upaya pemerintah untuk mendorong transparansi, keterbukaan informasi publik, serta digitalisasi layanan desa.
Prosesnya, menurut dia, dilakukan secara mandiri oleh masing-masing pemerintah desa, sesuai standarisasi yang sudah ditetapkan.
“Kami di kecamatan hanya memberikan pendampingan dan standarisasi agar website desa memiliki format yang seragam serta memudahkan penyampaian informasi ke masyarakat. Soal siapa penyedianya, itu murni keputusan desa,” tambahnya.
Terkait isu yang berkembang di masyarakat mengenai adanya kedekatan antara pihak kecamatan dan penyedia jasa tertentu, Camat Rubaru menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan berpotensi mencoreng nama baik pemerintah kecamatan.
“Kami membuka ruang bagi semua pihak untuk mengakses data dan proses pengadaan. Jika ada pihak yang merasa dirugikan atau menemukan indikasi penyimpangan, silakan melapor melalui mekanisme resmi. Kami siap diperiksa,” tegasnya.
Selain memberikan klarifikasi, pihak kecamatan juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing isu yang belum terbukti kebenarannya. Camat Rubaru meminta agar publik dapat memanfaatkan kanal resmi pemerintah untuk mendapatkan informasi yang akurat.
Di akhir penyampaiannya, Camat Rubaru berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar dan mengembalikan fokus pemerintah desa dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui platform digital.
“Kami ingin memastikan bahwa program digitalisasi desa berjalan lancar, transparan, dan bermanfaat bagi seluruh warga,” tutupnya.










