Berita

Operasi Patuh Lodaya 2026: Satlantas Polresta Bogor Kota Kedepankan Edukasi Humanis

78
×

Operasi Patuh Lodaya 2026: Satlantas Polresta Bogor Kota Kedepankan Edukasi Humanis

Sebarkan artikel ini

 

 

Bogor kota,liputan9.co

Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota menggelar Operasi Patuh Lodaya selama dua pekan penuh di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat. Operasi yang dimulai sejak 26 Oktober hingga dua pekan ke depan ini mengusung pendekatan persuasif, humanis, serta edukatif guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, Kompol Ega Prayudi, menegaskan bahwa penindakan hukum di jalan raya bukan menjadi satu-satunya fokus utama dalam operasi kali ini. Edukasi kepada masyarakat ditempatkan sebagai prioritas utama.

Jadi selain melaksanakan penindakan, kita dituntut untuk melaksanakan edukasi secara persuasif dan tentunya humanis. Bagaimana caranya polisi melaksanakan operasi ini tanpa menggunakan Gakkum atau penindakan, dengan tujuan masyarakat patuh atau tertib dalam berlalu lintas, ujar Kasat Lantas, Kamis (29/10/2026).

Sebagai bentuk inovasi dalam Operasi Patuh Lodaya kali ini, Satlantas Polresta Bogor Kota secara proaktif mendatangi sejumlah kawasan sekolah. Langkah ini diambil untuk memberikan pendidikan tertib berlalu lintas langsung kepada para pelajar maupun orang tua murid.

Petugas di lapangan menyasar pelajar yang kedapatan diantar ke sekolah tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai, seperti tidak mengenakan helm standar.

Kita melaksanakan sosialisasi dan pembagian helm kepada adik-adik yang berangkat ke sekolah, yang tidak dilengkapi atau tidak dipakaikan helm oleh orang tuanya. Jadi kami edukasi mengenai pentingnya helm saat diantarkan ke sekolah, jelas Kasat Lantas

Menurutnya, penanaman disiplin berlalu lintas sejak usia dini akan membentuk karakter berkendara yang taat aturan hingga dewasa kelak. Keteladanan dari orang tua dan lingkungan sekitar menjadi fondasi penting dalam membentuk pola pikir tertib hukum di jalan raya.

Kalau dari usia dini sudah diterapkan tertib menggunakan helm, tidak melanggar rambu lalu lintas, tidak parkir sembarangan, tidak melawan arus, saya yakin ketika besar dia akan terdoktrin secara tidak langsung, ‘Oh, dari dulu saya tidak boleh nih, bapak saya tidak pernah melakukan ini, ibu saya selalu menggunakan helm. Jadi diberikan contoh, imbuhnya.

Kendati mengedepankan cara-cara humanis dan edukatif, Satlantas Polresta Bogor Kota tetap akan mengambil tindakan tegas berupa penegakan hukum (tilang) bagi pelanggar yang melakukan aksi berbahaya dan berisiko tinggi memicu kecelakaan fatal bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

Kita tidak melakukan penindakan dulu kalau memang tidak terlalu membahayakan, kita akan sosialisasikan. Tetapi kalau memang sudah membahayakan pengguna jalan lain dan pengguna kendaraan tersebut, ya kita akan laksanakan penindakan. Itu pun selektif prioritas, tegas Kasat Lantas

Adapun sasaran utama dalam Operasi Patuh Lodaya mencakup berbagai bentuk pelanggaran kasat mata yang sering dijumpai di jalan raya, antara lain:

Pengendara dan penumpang sepeda motor yang tidak menggunakan helm standar.
Pengemudi kendaraan bermotor dalam pengaruh alkohol atau kondisi mabuk.
Pengendara yang nekat melawan arah (contraflow).
Pengemudi yang memainkan ponsel (handphone) saat berkendara.
Kendaraan yang melaju melebihi batas kecepatan maksimal.
Pengendara di bawah umur yang belum memiliki SIM.
Pengemudi mobil yang tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt).
Sepeda motor yang membonceng lebih dari satu orang (bonceng tiga).
Melalui pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya ini, Satlantas Polresta Bogor Kota berharap tingkat kesadaran hukum masyarakat Kota Bogor semakin meningkat sehingga tercipta situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) yang optimal.

(Indra jaya)

Tinggalkan Balasan