Regional

Ormas GPBT Sampang, Bersama Tokoh Masyarakat, Bangun Jalan Makadam Secara Swadaya

114
×

Ormas GPBT Sampang, Bersama Tokoh Masyarakat, Bangun Jalan Makadam Secara Swadaya

Sebarkan artikel ini

SAMPANG,LIPUTAN9.CO – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh Organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Pemuda Desa Bunten Timur (GPBT) bersama tokoh masyarakat dengan melaksanakan pembangunan jalan makadam secara swadaya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian warga terhadap infrastruktur desa yang selama ini menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat.

Pembangunan jalan makadam tersebut dilakukan di salah satu ruas jalan Dusun Tenga Barat, Desa Bunten Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

Jalan tersebut merupakan akses utama bagi warga untuk menuju lahan pertanian, sekolah, serta kegiatan ekonomi lainnya.

Jalan yang dibangun hampir 2 Kilometer dengan lebar 3 meter supaya bisa dilalui semua pengendara agar akses perekonomian masyarakat lebih lancar.

Ketua Gerakan Pemuda Bunten Timur, Mosul Mukti, mengatakan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya akses jalan yang layak.

Menurutnya, menunggu bantuan pemerintah tanpa upaya bersama hanya akan memperlambat kemajuan desa.
“Kami para pemuda berinisiatif bergerak bersama tokoh masyarakat.

Dengan alat seadanya dan dana swadaya, kami ingin menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari kebersamaan,” ujarnya, Minggu, (21/12/25).

Tokoh masyarakat Bunten Timur, Mat Ribut, mengapresiasi peran aktif para pemuda yang menjadi motor penggerak pembangunan desa. Ia menilai kegiatan ini sebagai contoh positif yang patut ditiru oleh desa-desa lain.

“Gotong royong seperti ini adalah nilai luhur yang harus terus dijaga. Pemuda hari ini tidak hanya bicara, tetapi turun langsung bekerja untuk kepentingan bersama,” tuturnya.

Pembangunan jalan makadam tersebut melibatkan puluhan warga dari berbagai kalangan. Material batu diperoleh dari sumbangan warga dan hasil patungan, sementara tenaga kerja sepenuhnya dilakukan secara sukarela.

Meski dikerjakan secara manual, proses pembangunan berjalan lancar berkat kekompakan dan semangat kebersamaan.Warga setempat mengaku sangat terbantu dengan adanya perbaikan jalan ini.

Selain memperlancar mobilitas, jalan makadam tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian dan mempercepat distribusi hasil panen.

Gerakan Pemuda Bunten Timur berharap kegiatan ini menjadi awal dari pembangunan-pembangunan lainnya yang berbasis partisipasi masyarakat.

Mereka juga berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah agar pembangunan infrastruktur desa dapat berkelanjutan.

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi, pembangunan jalan makadam di Bunten Timur menjadi simbol bahwa kekuatan masyarakat terletak pada persatuan dan aksi nyata demi kemajuan desa.

Tinggalkan Balasan