Berita

Pembangunan Cor Rabat di Kelurahan Hutasuhut Dorong Sanitasi Lingkungan dan Cegah Stunting

17
×

Pembangunan Cor Rabat di Kelurahan Hutasuhut Dorong Sanitasi Lingkungan dan Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini

Tapanuli Selatan, LIPUTAN9.CO – Upaya peningkatan sanitasi lingkungan terus dilakukan di Kelurahan Hutasuhut, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Salah satunya melalui pembangunan jalan lingkungan jenis cor rabat di Lingkungan III yang diharapkan dapat mendukung pola hidup bersih dan sehat sekaligus membantu menekan risiko stunting di tengah masyarakat.

Stunting masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang banyak ditemukan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Penyebabnya beragam dan kompleks, mulai dari faktor gizi hingga kondisi sanitasi lingkungan yang kurang memadai.

Berangkat dari kondisi tersebut, Pemerintah Kelurahan Hutasuhut bersama masyarakat setempat melakukan pembangunan jalan cor rabat pada sejumlah titik yang selama ini masih berupa jalan tanah dan kerap becek saat musim hujan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menjadi sumber pencemaran lingkungan yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.

Lurah Hutasuhut, Irwan Sipahutar, mengatakan pembangunan jalan lingkungan tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki akses masyarakat, tetapi juga meningkatkan kualitas sanitasi dan kebersihan lingkungan.

“Selain untuk tujuan higienis, kami juga ingin memperindah lingkungan kelurahan ini. Dengan adanya peningkatan jalan dan gang di Lingkungan III, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pola hidup sehat dan bersih, serta menumbuhkan budaya tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya, kepada media ini, Kamis (25/06/2026).

Menurut Irwan, pembangunan ini juga menjadi bagian dari upaya menghilangkan kesan kumuh di kawasan permukiman yang berada di wilayah semi perkotaan tersebut.

Saat ini pekerjaan masih berada pada tahap awal. Pemerintah kelurahan berharap proses pembangunan dapat segera diselesaikan mengingat musim penghujan mulai tiba.

“Meskipun panjang bangunan belum sepenuhnya sesuai harapan masyarakat karena keterbatasan anggaran, pekerjaan tetap dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, termasuk komposisi campuran cor rabat 1:2:3,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong. Para pekerja bangunan bersama warga tampak bahu-membahu mengoperasikan mesin molen untuk mengaduk material sesuai takaran yang telah ditentukan.

Kepala tukang di lokasi memperkirakan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar sepuluh hari apabila kondisi cuaca mendukung. Jalan cor rabat yang dibangun memiliki panjang lebih dari 100 meter dengan lebar bervariasi antara 2 hingga 2,5 meter serta ketebalan rata-rata 15 sentimeter.

Masyarakat berharap pembangunan tersebut tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga menjadi sarana edukasi penting tentang kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat sebagai langkah nyata mendukung pencegahan stunting di Kelurahan Hutasuhut. (BMS)

Tinggalkan Balasan