Berita

Polisi Peduli Pengangguran, Polres Indramayu Buka Jalan Bagi Warga Korban PHK Kembali Bekerja

28
×

Polisi Peduli Pengangguran, Polres Indramayu Buka Jalan Bagi Warga Korban PHK Kembali Bekerja

Sebarkan artikel ini

 

INDRAMAYU,liputan9.co

Kehilangan pekerjaan bukan berarti kehilangan masa depan. Semangat untuk kembali bangkit dan memperoleh kesempatan kerja menjadi pesan utama dalam pembukaan pelatihan vokasi bagi pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) Polres Indramayu.

Sebanyak 100 peserta mendapat kesempatan mengikuti program peningkatan keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal untuk kembali memasuki dunia kerja maupun merintis usaha mandiri.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P.M., S.I.K., M.Si., di Aula Atmaniwedhana Polres Indramayu, Senin (26/10/2026).

Tak hanya membuka pelatihan, Kapolres juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, AKBP Prianggo menyampaikan kehilangan pekerjaan merupakan tantangan yang tidak mudah bagi seseorang maupun keluarganya.

Namun, kondisi tersebut diharapkan tidak mematahkan semangat para pekerja untuk kembali bangkit dan menata masa depan.

Kapolres menekankan bahwa pengalaman menghadapi PHK dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan kemampuan, mempelajari keterampilan baru, dan membuka peluang yang sebelumnya belum pernah dicoba.

Menurutnya, pelatihan vokasi bukan sekadar kegiatan memberikan keterampilan teknis, tetapi merupakan investasi sumber daya manusia agar masyarakat memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing sesuai kebutuhan dunia kerja.

Kapolres juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin, sungguh-sungguh, dan penuh semangat.

Para peserta diharapkan tidak merasa rendah diri karena pernah mengalami PHK, melainkan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Melalui Program POLIRAN, peserta disiapkan untuk memperoleh keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai modal mencari pekerjaan atau mengembangkan usaha.

Bidang pelatihan yang tercantum dalam rencana pelaksanaan meliputi pembuatan espresso dan latte art, menjahit menggunakan mesin single needle, digital marketing dasar, serta penanganan refrigeran atau keterampilan teknisi AC.

Keempat bidang tersebut dipilih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan peserta agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia usaha dan industri.

Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada pekerja terdampak PHK untuk memulai langkah baru sesuai minat dan keterampilan yang dikembangkan.

Sementara Kasat Binmas Polres Indramayu Iptu Tasim menjelaskan, Program POLIRAN merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, khususnya pengangguran akibat PHK.

Menurutnya, tugas Polri tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga membangun kemitraan untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, Polres Indramayu menggandeng Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu serta memperoleh dukungan dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat dan Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Drs. Aan Hendrajana, M.Si., yang mewakili Bupati Indramayu, Kepala BBPKK Bandung Barat Aris Budiyanto, S.ST., M.Si., Kepala Dinas Tenaga Kerja Indramayu Endang Ismiati, S.STP., M.Si., serta Kepala BPVP Bandung Barat Iman Riswandi, S.T., M.T.

Dalam rangkaian acara, Kapolres menyerahkan pakaian pelatihan secara simbolis kepada perwakilan peserta dan melepas mereka untuk mengikuti tahapan pelatihan vokasi.

AKBP Prianggo menekankan pentingnya keberlanjutan Program POLIRAN agar manfaatnya tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan pelatihan.

Beliau berharap kerja sama lintas instansi dapat dilanjutkan melalui penyediaan informasi lowongan kerja, fasilitasi pemagangan, peluang penempatan tenaga kerja, hingga pendampingan bagi peserta yang ingin membangun usaha sendiri.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, pelatihan vokasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Melalui peningkatan kompetensi, peserta diharapkan mempunyai kesempatan lebih luas untuk kembali bekerja, meningkatkan produktivitas, maupun mengembangkan usaha mandiri.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat “Polisi Bersama Masyarakat”.

Bagi para pekerja yang pernah kehilangan mata pencaharian, kesempatan belajar keterampilan baru diharapkan menjadi awal untuk kembali melangkah.

Sebab, di balik setiap kehilangan pekerjaan, masih ada peluang untuk bangkit, mengembangkan kemampuan, dan membangun masa depan yang lebih baik. Pungkasnya.

(Indra jaya)

Tinggalkan Balasan