Bandung,liputan9.co
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat terus mematangkan konsolidasi organisasi dan strategi elektoral sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu mendatang. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan struktur kepengurusan, penyelesaian tahapan musyawarah organisasi, serta pembentukan jaringan kerja elektoral di tingkat kabupaten, kota, dan kecamatan.
Hal tersebut disampaikan Uu Ruzhanul Ulum, Ketua DPW PPP Jawa Barat, dalam acara Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) I DPW PPP Jawa Barat di Kantor DPW PPP Jawa Barat, Jalan Pelajar Pejuang 45 Nomor 120, Bandung, Kamis (17/9/2026).
Uu menjelaskan, pelaksanaan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) perlu diawali dengan Rapimwil. Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda penting dibahas, termasuk persetujuan mengenai waktu pelaksanaan Mukerwil serta berbagai materi yang akan dibawa dalam forum tersebut.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah persiapan pelaksanaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas). Hasil pembahasan dalam Mukerwil nantinya akan menjadi bahan dan amanat yang dibawa jajaran PPP Jawa Barat dalam Mukernas.
“Untuk melaksanakan Mukerwil harus diawali dengan Rapimwil. Pertama, harus ada persetujuan kapan Mukerwil dilaksanakan. Kedua, harus dibahas apa saja yang akan dibahas dalam Mukerwil nanti,” ujar Uu.
Menurut Uu, salah satu isu yang akan menjadi perhatian dalam Mukernas adalah penguatan dan penyempurnaan struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP. Selain itu, PPP Jawa Barat juga akan menyampaikan aspirasi dan kebutuhan organisasi di tingkat wilayah.
“Kami hadir dalam Mukernas membawa amanat dari hasil Mukerwil. Mukerwil berawal dari Rapimwil. Yang akan dibahas di Mukernas salah satunya tentang penguatan struktur DPP dan penyempurnaan, karena sekarang belum sempurna. Kemudian, apa yang diinginkan Jawa Barat, itu yang akan dibahas dalam Mukerwil,” katanya.
Selain mempersiapkan Mukerwil, PPP Jawa Barat juga tengah menjalankan tahapan Musyawarah Anak Cabang (Musancab).
Uu mengatakan, dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat, pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) baru berlangsung di sekitar 12 kabupaten dan kota. Sementara daerah lainnya masih dalam proses dan akan diberikan tambahan waktu untuk menyelesaikan tahapan organisasi tersebut.
“Kami juga membahas Musancab, karena tahapan sekarang adalah tahapan Musancab. Dari 27 kabupaten dan kota, Muscab sudah dilaksanakan sekitar 12 kabupaten dan kota. Yang lainnya belum dan akan diberikan waktu tambahan untuk melaksanakan Musancab,” jelas Uu.
Agenda lain yang menjadi perhatian PPP Jawa Barat adalah penguatan kerja elektoral partai. Menurut Uu, partai saat ini tengah membangun jaringan di setiap kabupaten, kota, hingga kecamatan untuk menjalankan kerja elektoral dalam menghadapi pemilu.
PPP Jawa Barat juga telah melakukan pemetaan terhadap wilayah yang menjadi kekuatan maupun kelemahan partai. Hasil pemetaan tersebut akan digunakan untuk menyusun langkah perbaikan sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki di masing-masing daerah.
“Kami sekarang sedang membuat jaringan di tiap kabupaten, kota, dan kecamatan untuk melaksanakan kerja elektoral. Insyaallah kami akan mencapai apa yang kami harapkan. Sekarang kami sudah tahu di mana kelemahan kami dan di mana keunggulan kami. Nanti kelemahan dan keunggulan kami akan dipadukan sehingga bisa menjadi sebuah kekuatan,” ungkapnya.
Dalam strategi elektoral di Jawa Barat, Uu menyebut wilayah Priangan Timur sebagai salah satu kawasan yang diharapkan menjadi lumbung suara PPP. Selain itu, wilayah Bogor, Bekasi, dan Depok juga dinilai memiliki potensi dalam mendukung perolehan suara partai.
Sementara itu, wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat disebut masih menjadi kawasan yang perlu diperkuat. Karena itu, PPP Jawa Barat berupaya memilih ketua-ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang dinilai memiliki kapasitas dan komitmen untuk menggerakkan organisasi di wilayah masing-masing.
“Untuk Jawa Barat yang akan menjadi lumbung suara adalah dari daerah timur, yaitu Priangan Timur, ditambah juga dengan Bogor, Bekasi, dan Depok. Yang lemah ada di Pantura. Makanya, di Pantura kami memilih ketua-ketua DPC yang kuat dalam segala hal,” kata Uu.
Uu berharap penguatan kepengurusan DPC PPP di wilayah Pantura dapat mendorong peningkatan perolehan suara sekaligus mengembalikan capaian kursi legislatif yang pernah diraih pada pemilu sebelumnya.
Ia mencontohkan, PPP pernah memperoleh lima kursi di Indramayu dan tujuh kursi di Cirebon pada pemilu sebelumnya.
“Pernah mencapai lima kursi di Indramayu, di Cirebon pernah tujuh kursi. Mudah-mudahan bisa dikembalikan dengan keputusan-keputusan yang ada hari ini,” ujarnya.
Dorong Dedikasi Pengurus di Semua Tingkatan Setelah Rapimwil, Uu berharap seluruh jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) memiliki semangat, dedikasi, serta komitmen untuk membesarkan partai.
Menurutnya, salah satu tantangan internal yang masih dihadapi adalah adanya pengurus yang belum menjalankan tugas secara optimal. Jabatan dalam struktur partai, tidak cukup hanya menjadi simbol, tetapi harus disertai kerja nyata dan tanggung jawab organisasi.
“Harapannya adalah DPC dan PAC memiliki semangat partai dan dedikasi membesarkan partai. Terus terang, kelemahan di antara kami ini terkadang ada pengurus yang tidak memiliki dedikasi. Cukup lambang saja sebagai ketua DPC, sekretaris DPC atau pengurus lainnya, tetapi tidak ada kerja,” tutur Uu.
Karena itu, PPP Jawa Barat kini mendorong seluruh pengurus di berbagai tingkatan untuk lebih aktif menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi. “Sekarang kami dorong untuk bekerja semuanya, pungkasnya.
(Indra jaya)












