Nasional

TEMU KAWAN LAMA DI PERANTAUAN, GUS NARSO DAN APRIANDI KEMBALI DIPERTEMUKAN DI TANAH SUMATRA

73
×

TEMU KAWAN LAMA DI PERANTAUAN, GUS NARSO DAN APRIANDI KEMBALI DIPERTEMUKAN DI TANAH SUMATRA

Sebarkan artikel ini

KH. Ahmad Nashrullah MZ (Gus Narso), Sosok Pengasuh Pesantren yang Mengemban Amanah Keluarga dan Dikenal Peduli Sesama

 

 

JAMBI, LIPUTAN9.CO – Pertemuan yang tidak disangka-sangka menjadi momen penuh makna ketika Apriandi kembali bertemu dengan sahabat lama semasa berada di Pulau Jawa, tepatnya di wilayah Kebumen, Jawa Tengah. Pertemuan tersebut berlangsung di Kampung Lama/Kampung Tengah, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, Jumat (30/10/2026).

 

Sosok sahabat lama yang kembali dipertemukan itu dikenal dengan julukan Gus Narso, yang memiliki nama KH. Ahmad Nashrullah MZ. Pertemuan di tanah Sumatra tersebut menjadi pengingat bahwa jarak dan waktu tidak selalu memutus tali silaturahmi yang pernah terjalin.

 

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, Gus Narso saat ini membuka pondok pesantren sekaligus menjalankan praktik pengobatan di wilayah Kampung Lama/Kampung Tengah, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

 

Ia juga dikenal sebagai sosok yang mengemban amanah almarhum orang tuanya, Mbah Sapar. Amanah tersebut, menurut penuturannya, menjadi bagian penting dari perjalanan hidup dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Mengingatkan Masyarakat agar Tidak Mudah Percaya Klaim yang Belum Terbukti

 

Dalam pertemuan tersebut, Gus Narso menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat, terutama di wilayah Kecamatan Senyerang dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

 

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mempercayai seseorang yang mengaku sebagai anak atau keturunan Mbah Sapar maupun mengklaim memiliki kepandaian sebagaimana dirinya, tanpa adanya kejelasan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Gus Narso bahkan menyatakan kesediaannya untuk bersumpah atas keyakinannya mengenai klaim-klaim yang menurut dirinya tidak benar tersebut.

 

Namun demikian, persoalan mengenai garis keturunan, identitas keluarga, maupun kemampuan seseorang tetap perlu disikapi secara bijaksana dan tidak dijadikan dasar untuk menghakimi pihak lain tanpa bukti yang jelas.

 

Silaturahmi Menjadi Pengingat Pentingnya Kejujuran dan Amanah

 

Bagi Apriandi, pertemuan ini bukan sekadar perjumpaan dengan teman lama, melainkan kesempatan untuk kembali menjalin komunikasi, mengenang perjalanan masa lalu, serta mengambil pelajaran dari pengalaman kehidupan.

 

Pertemuan tersebut juga membawa pesan bahwa kebaikan, kejujuran, tanggung jawab, dan amanah merupakan nilai yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Di tengah perkembangan zaman, masyarakat diharapkan semakin cerdas dalam menerima informasi, tidak mudah terpengaruh oleh pengakuan yang belum terverifikasi, serta mengedepankan tabayun atau klarifikasi sebelum mempercayai suatu kabar.

 

Pesan Penutup

 

Persahabatan boleh terpisah oleh jarak dan waktu, tetapi silaturahmi yang dilandasi ketulusan akan selalu memiliki jalan untuk kembali dipertemukan.

 

Semoga pertemuan antara KH. Ahmad Nashrullah MZ (Gus Narso) dan Apriandi menjadi awal dari silaturahmi yang semakin erat, membawa manfaat, serta menjadi pengingat bahwa amanah dan kejujuran merupakan warisan kehidupan yang tidak ternilai harganya.

 

Ditulis Oleh: Apriandi, Tj., C.JI., C.LWI

 

MEDIA LIPUTAN9.CO Aktual, Tajam, Berimbang dan Terpercaya.

Tinggalkan Balasan