Regional

Viral di Media Sosial, SPBU 54.692.01 Ketapang Sampang Plang “Solar Habis” Namun Tetap Layani Pengisian Jerigen

169
×

Viral di Media Sosial, SPBU 54.692.01 Ketapang Sampang Plang “Solar Habis” Namun Tetap Layani Pengisian Jerigen

Sebarkan artikel ini

SAMPANG,LIPUTAN9.CO – Sebuah video yang memperlihatkan aktivitas mencurigakan di SPBU 54.692.01 Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, mendadak viral di berbagai platform media sosial.

Dalam video tersebut, tampak jelas sebuah plang bertuliskan “Solar Habis”, namun di saat yang sama petugas SPBU justru melayani pengisian BBM Solar menggunakan jerigen.

Peristiwa tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat. Warganet mempertanyakan kejujuran pelayanan SPBU tersebut, karena di saat masyarakat umum tidak bisa membeli BBM dengan alasan stok habis, justru terlihat pengisian jerigen tetap berlangsung.

Video berdurasi satu menit empat detik itu direkam oleh Bejos Lintas Pantura seorang warga pada Sabtu (10/1/2026) malam jam 19 : 08 Wib. Dalam rekaman tersebut tampak beberapa jerigen diisi BBM di salah satu dispenser, sementara antrean kendaraan mobil dibiarkan menunggu dengan alasan stok kosong.

“Kalau memang solar habis, kenapa jerigen masih bisa diisi? Ini sangat merugikan masyarakat,” ujar salah satu warga yang merekam kejadian tersebut.

Diduga pelanggaran aturan distribusi BBM praktik pengisian jerigen di SPBU sendiri memiliki aturan ketat.

Pengisian jerigen hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu dan harus dilengkapi surat rekomendasi resmi dari instansi terkait, seperti pemerintah desa atau kepolisian, serta hanya untuk kepentingan khusus seperti nelayan, petani, atau kebutuhan darurat.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi apakah pengisian jerigen tersebut dilengkapi dokumen yang sah atau tidak.

Masyarakat minta pertamina turun tangan, warga sekitar berharap Pertamina dan aparat penegak hukum segera melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran tersebut.

Mereka menilai praktik semacam ini berpotensi menyebabkan kelangkaan BBM serta menciptakan ketidakadilan bagi konsumen umum.

“Kami minta Pertamina jangan tutup mata. Ini bukan hanya soal aturan, tapi menyangkut hak masyarakat,” tegas Abdullah salah satu aktivis.

Respons Publik semakin meluas
sejak diunggah, video tersebut menuai berbagai komentar kecaman.

Banyak warganet mendesak agar izin operasional SPBU tersebut dievaluasi jika terbukti melanggar prosedur.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU 54.692.01 Ketapang belum memberikan klarifikasi resmi terkait viralnya video tersebut.

Tinggalkan Balasan