Tapanuli Selatan|Liputan 9.co
Perjuangan menghadirkan akses yang layak bagi masyarakat di wilayah terpencil terus kami lakukan. Saya didampingi sekretaris daerah mengikuti rapat koordinasi bersama Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan, serta kementerian terkait untuk mempercepat pembangunan akses jalan dan relokasi tiga dusun di Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, sebagai tindak lanjut atas peristiwa seorang ibu hamil yang harus ditandu selama enam jam demi mendapatkan pelayanan kesehatan.
Dalam rapat tersebut saya menyampaikan bahwa tantangan terbesar kini telah teratasi. Setelah melalui pendekatan yang intensif, masyarakat yang telah bermukim lebih dari satu abad di kawasan hutan lindung menyatakan kesediaannya untuk direlokasi. Satu dusun akan dipindahkan ke Kecamatan Sipirok, sementara dua dusun lainnya direlokasi ke lokasi yang lebih mudah dijangkau di Kecamatan Arse, sehingga masyarakat nantinya memiliki akses yang lebih dekat terhadap jalan, sekolah, fasilitas kesehatan, dan pelayanan pemerintahan.
Saya juga memperjuangkan percepatan pembangunan jalan melalui Program Inpres Jalan Daerah (IJD)yang telah diusulkan sejak 26 Mei 2026. Alhamdulillah, hasil verifikasi Kementerian Pekerjaan Umum menetapkan tiga ruas jalan di Kabupaten Tapanuli Selatan sebagai prioritas pelaksanaan IJD Tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan akan segera melengkapi seluruh persyaratan, termasuk Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), agar proses pembangunan dapat segera dimulai.
Bagi kami, membangun jalan bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi membuka akses terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, perekonomian, dan masa depan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan akan terus mengawal seluruh proses bersama pemerintah pusat hingga masyarakat di wilayah terpencil tidak lagi hidup dalam keterisolasian dan dapat menikmati pelayanan publik yang setara dengan daerah lainnya.
(MS)












