Berita

Pasar Lokal Kalimbu, Cerminan Geliat Perekonomian Masyarakat Kota Makassar

54
×

Pasar Lokal Kalimbu, Cerminan Geliat Perekonomian Masyarakat Kota Makassar

Sebarkan artikel ini

 

MAKASSAR |LIPUTAN 9.CO

Pasar Lokal Kalimbu’ berada di ujung Jalan Veteran Utara, Kota Makassar, tampak hijau nan segar sayur-mayur dan bahan pokok strategis dipasok ke pasar itu dari berbagai pelosok daerah di Sulawesi Selatan.

 

Pasar Lokal Kalimbu’ beraktifitas sejak tahun 1921 Masehi, kini 105 tahun lamanya. Dan telah melampaui beberapa rezim, yaitu: Jaman Kolonial Belanda, NICA (Netherlands Indies Civil Administration – terjemahan: Pemerintahan Sipil Hindia Belanda), Pemerintahan Jepang, RIS (Republik Indonesia Serikat), RI (Republik Indonesia), dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Namun penamaan Kalimbu’, memberi gambaran karakteristik pasar tersebut.

 

“Kalimbu’ —– berarti: Menyelimuti badan dengan sarung agar tak kedinginan” dalam bahasa Makassar. Kata Kalimbu’ bersesuaian dengan bagaimana pasar itu bergerak.

 

Sesuai penyebutannya, pasar ini dibuka jam 01 : 00 Wita – dini hari hingga pukul 05 : 30 Wita – waktu fajar menyingsing. Suasana dingin itulah, kemudian jadi alasan pasar itu dinamakan “Kalimbu.”

 

Pasar Lokal Kalimbu’ menyediakan beragam kebutuhan pokok seperti sayur mayur, rempah, bumbu, dan bahan pokok srategis lainnya.

 

Diantara kelebihan dari pasar lokal Kalimbu’ ada pada harga lebih murah. Acap kali pedagang kulakan atau pengecer mengambil barang di pasar lokal Kalimbu’ untuk dijual ke pembeli akhir.

 

Mereka ini bertransaksi sesaat ketika sayur mayur diturunkan dari truk, lalu membeli dalam jumlah terbilang banyak.

 

Penuturan Daeng Amiruddin, bahwa khusus sayur mayur juga daun bawang didatangkan dari Malino (Kabupaten Gowa), lombok besar arah Galesong (Kabupaten Takalar), kol dan wortel dari Rumbia (Kabupaten Je’ne Ponto), brokoli dan bawang merarah dari Kabupaten Bantaeng, dan lain sebagainya.

 

Jika pedagang eceran dan pengelola rumah makan umumnya datang pada diri hari, ibu rumah tangga lebih banyak ketika pasar sudah mulai sepi. Pelanggan rumahan lazimnya hanya datang untuk membeli dalam jumlah kecil saja.

(MI)

Tinggalkan Balasan