Berita

BPBD Tapanuli Tengah Evakuasi Warga Terdampak Banjir

38
×

BPBD Tapanuli Tengah Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini

 

TAPANULI TENGAHLIPUTAN 9.CO

Akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah pada Minggu sore 2 Agustus 2026. Sejumlah titik di Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri dilaporkan mengalami banjir dan genangan air.

Berdasarkan Laporan Harian Periodik Pusdalops BPBD Tapanuli Tengah, peristiwa ini mulai terjadi sekitar pukul 17.03 WIB dan berdampak pada beberapa kelurahan. Kenaikan debit air dipicu oleh hujan lebat serta luapan dari titik tanggul yang sebelumnya sempat jebol pada bencana banjir pertengahan Juli 2026 lalu.

Rincian Kejadian di Lapangan

1. Kecamatan Tukka
a. Kelurahan Sipange : Pukul 17.03 WIB, curah hujan tinggi menyebabkan debit air Sungai Aek Silaga-laga naik dan memasuki rumah warga. Namun, tidak ada warga yang mengungsi akibat kejadian ini.

b. Kelurahan Hutanabolon : Pukul 17.32 WIB, air merendam permukiman warga setinggi betis orang dewasa akibat luapan dari tanggul yang sebelumnya jebol pada 17-18 Juli 2026. Sejumlah warga yang merasa trauma memutuskan untuk mengungsi ke Gedung Gereja HKI Lama, Lingkungan II, Hutanabolon. Tercatat sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) atau 150 jiwa mengungsi karena rasa panik.

c. Lingkungan IV Kelurahan Pasar Tukka : Pukul 17.31 WIB, hujan deras menggenangi halaman serta beberapa rumah warga.

d Kelurahan Bonalumban: Pukul 18.18 WIB, meskipun debit air sungai naik akibat hujan deras, permukiman warga terpantau masih aman dari banjir.

2. Kecamatan Badiri
a. Kelurahan Lopian : Pukul 18.20 WIB, curah hujan tinggi memicu meluapnya Sungai Lopian setinggi 50–70 cm. Genangan air merendam badan jalan di sepanjang Jalan Raya Padangsidimpuan–Pandan (depan Simpang Gereja GPDI), sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat.

Menanggapi laporan darurat tersebut, Regu III dan IV BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah yang didampingi langsung oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid Darlog), Erianto Tambunan, S.A.P., langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Adapun upaya penanganan yang telah dilakukan meliputi :
1. Membantu warga di Kelurahan Sipange dan Kelurahan Hutanabolon untuk membersihkan rumah dari sisa genangan air.

2. Melakukan evakuasi dan penempatan sementara bagi 50 KK / 150 jiwa warga Hutanabolon yang mengungsi karena panik dan trauma ke Gedung Gereja HKI Lama.

3. Melaporkan secara berkala situasi ketinggian air serta kondisi tanggul kepada pimpinan.

Kondisi air di Kelurahan Sipange, Hutanabolon, dan Badiri dilaporkan sudah berangsur surut. Kondisi cuaca di lokasi terpantau gerimis, dan personel BPBD Tapanuli Tengah masih tetap standby di lapangan guna memastikan keamanan serta keselamatan masyarakat hingga situasi benar-benar kondusif.

(AMP)

Tinggalkan Balasan