Berita

Respon Cepat Pasca Banjir, PC PMII Madina Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Desak Pemkab Percepat Penanganan Korban Banjir Manyabar

73
×

Respon Cepat Pasca Banjir, PC PMII Madina Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Desak Pemkab Percepat Penanganan Korban Banjir Manyabar

Sebarkan artikel ini

 

PANYABUNGAN, LIPUTAN 9.CO

2 NOVEMBER 2026 – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Mandailing Natal menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Desa Manyabar Jae, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Senin (2/11/2026).

Bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan dan peralatan dapur, kebutuhan pokok (sembako), serta sejumlah kebutuhan rumah tangga lainnya. Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata PC PMII Madina dalam membantu meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi kondisi pascabencana.

Dalam pelaksanaannya, PC PMII Madina berkoordinasi dengan Muhammad Ammar selaku Ketua Naposo Nauli Bulung (NNB) Manyabar Jae untuk membantu mengarahkan dan mengantarkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Ketua PC PMII Mandailing Natal, Abdul Rahman, S.E., menyampaikan bahwa gerakan mahasiswa tidak boleh hanya berhenti pada ruang diskusi, kritik, dan wacana intelektual. Mahasiswa harus mampu menghadirkan kontribusi nyata ketika masyarakat menghadapi persoalan sosial dan kemanusiaan.

“Bagi kami, gerakan mahasiswa bukan hanya tentang menyampaikan kritik, tetapi juga tentang keberanian untuk hadir, peduli, dan mengambil tindakan nyata. Ketika masyarakat tertimpa musibah, mahasiswa harus mampu berdiri bersama masyarakat dan membantu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki,” ungkap Abdul Rahman.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, idealisme mahasiswa harus diwujudkan melalui kerja-kerja nyata yang memberikan manfaat bagi kehidupan sosial.

DESAK PEMKAB PERCEPAT PENANGANAN PASCABANJIR

Di samping menyalurkan bantuan kemanusiaan, PC PMII Madina juga memberikan perhatian serius terhadap penanganan masyarakat pascabanjir. Abdul Rahman menegaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh hanya bertumpu pada solidaritas masyarakat dan gerakan sukarela, melainkan harus menjadi tanggung jawab pemerintah daerah bersama seluruh instansi terkait.

Atas dasar itu, PC PMII Mandailing Natal mendesak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal agar segera mengambil langkah konkret melalui beberapa hal berikut:

1. Mempercepat penanganan pascabencana dengan memastikan kehadiran pemerintah daerah dan instansi teknis terkait di tengah masyarakat terdampak.
2. Melakukan pendataan secara menyeluruh dan akurat terhadap warga terdampak, termasuk kerusakan rumah, kerugian material, serta kebutuhan mendesak masyarakat.
3. Memastikan distribusi bantuan secara merata dan tepat sasaran, terutama kebutuhan pangan, perlengkapan rumah tangga, dan kebutuhan dasar lainnya.
4. Melakukan peninjauan dan perbaikan infrastruktur terdampak, termasuk fasilitas umum dan lingkungan permukiman masyarakat.
5. Memperkuat koordinasi lintas instansi dalam rangka mempercepat pemulihan serta mengantisipasi risiko bencana susulan.

“Kami meminta pemerintah daerah tidak lambat dalam merespons kondisi masyarakat. Jangan sampai warga yang sudah menjadi korban bencana harus berjuang sendiri menghadapi dampaknya. Pemerintah harus hadir, memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, dan memberikan penanganan yang terukur serta tepat sasaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, Abdul Rahman menyampaikan bahwa PC PMII Madina akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial dengan memantau perkembangan penanganan pascabanjir, menyerap aspirasi masyarakat, serta mengawal langkah pemerintah daerah hingga proses pemulihan berjalan sebagaimana mestinya.

Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat tidak cukup diwujudkan melalui bantuan sesaat, tetapi juga harus disertai keberanian mengawal kebijakan dan memastikan hak-hak masyarakat terdampak mendapatkan perhatian.

PC PMII Madina menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa harus memiliki makna dan manfaat bagi masyarakat. Sebab, gerakan mahasiswa sejatinya tidak hanya dibangun melalui kekuatan intelektual, tetapi juga melalui keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

PMII HADIR, PMII PEDULI, PMII MENGABDI.

—

NARAHUBUNG:

ABDUL RAHMAN, S.E.
Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII)
Kabupaten Mandailing Natal.

 

Reporter:HL

Tinggalkan Balasan