Revitalisasi SDN Pangarengan 3 Diduga Asal-Asalan, Anggaran Rp 813 Juta Disoro
SAMPANG,LIPUTAN9.CO— Proyek revitalisasi ruang kelas dan pembangunan MCK di UPTD SDN Pangarengan 3, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah kejanggalan dalam pekerjaan di lapangan.
Program yang dibiayai APBN Tahun Anggaran 2025 dengan total dana Rp 813.769.324 tersebut merupakan bagian dari Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025. Pekerjaan dilaksanakan sejak Agustus hingga Desember 2025 oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan.
Namun pantauan Liputan9 dan tim investigasi dilapangan menemukan dugaan kuat bahwa material yang digunakan tidak sesuai standar teknis. Beberapa bagian bangunan terlihat memakai bahan berkualitas rendah yang berpotensi mempengaruhi kekuatan struktur.
Lebih parah lagi, para pekerja di lokasi tidak tampak menggunakan perlengkapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Kondisi ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan ketidakpedulian pelaksana proyek terhadap keselamatan tenaga kerja.
Seorang warga sekitar mengungkapkan kekecewaannya.
“Pekerjaannya sangat ngaur mas, mask dengan anggaran lumayan besar kinerja tukangnya seperti itu. Hawtir tidak akan bertahan lama,” ujarnya.
Proyek yang disebut telah mencapai sekitar 75 persen progres dalam lebih dari tiga minggu pengerjaan ini dinilai masyarakat berjalan asal-asalan. Minimnya kontrol dari dinas terkait membuat kualitas bangunan dikhawatirkan tidak akan bertahan sesuai umur teknis yang diharapkan.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi ke pihak pelaksana dan instansi berwenang akan terus di lakukan (bersambung)











