JABAR|LIPUTAN 9.CO
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak akan mengubah nama provinsi menjadi Tatar Sunda, Sunda, maupun Pasundan. Penegasan tersebut disampaikan menyusul ramainya isu di media sosial yang menyebut adanya rencana pergantian nama Provinsi Jawa Barat.
Menurut Dedi, informasi yang beredar tersebut tidak benar dan bukan berasal dari pemerintah daerah. Ia memastikan Pemprov Jawa Barat tetap fokus menjalankan program kerja dan tidak memiliki agenda untuk mengubah nama provinsi.
“Kami tegaskan bahwa ada yang melempar wacana membuat cerita-cerita di media sosial, akan ada perubahan nama Jawa Barat jadi Tatar Sunda. Saya katakan seluruh rangkaian itu adalah karangan orang lain.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan fokus terus bekerja, tidak akan mengurusi perubahan nama. Namanya tetap Jawa Barat,” kata Dedi melalui akun Instagram resminya. Pernyataan tersebut sekaligus menepis spekulasi yang berkembang terkait kemungkinan perubahan identitas Provinsi Jawa Barat.
Penegasan serupa juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono. Legislator yang mewakili daerah pemilihan Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat itu menegaskan hingga saat ini tidak pernah ada usulan resmi dari DPRD maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengganti nama provinsi. Menurut Ono, kabar yang menyebut DPRD telah mengusulkan perubahan nama Jawa Barat tidak sesuai dengan fakta.
“Saya tegaskan kembali bahwa tidak ada usulan resmi, baik dari Gubernur Jawa Barat maupun dari DPRD Jawa Barat terkait hal ini,” ujar Ono dalam keterangannya, Rabu, 8 Juli 2026. Ia menegaskan pembahasan yang pernah dilakukan hanya sebatas menindaklanjuti aspirasi masyarakat melalui mekanisme kajian, bukan persetujuan untuk mengubah nama provinsi.
Red












