Bantaeng Sulsel | Liputan 9.co
Pelayanan di RSUD Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng kembali menjadi sorotan. Seorang warga Desa Baruga bernama Feby mengaku kecewa dengan kebijakan yang diterapkan pihak rumah sakit saat mendampingi ibundanya yang sedang menjalani perawatan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 9 Juli. Menurut pengakuan Feby, ia terpaksa membawa pulang ibundanya karena tidak lagi diperbolehkan masuk sebagai penjaga pasien setelah sempat keluar dari ruangan. Saat hendak kembali masuk, ia mendapat penolakan dengan alasan ruangan telah dikunci.
Feby mengaku telah meminta kebijakan kepada petugas keamanan (security), mengingat dirinya hanya keluar sebentar. Namun, permintaan tersebut tidak dikabulkan. Kondisi itu membuat ibundanya berada di ruang perawatan tanpa ada anggota keluarga yang mendampingi.
“Kami hanya berharap ada kebijakan yang lebih manusiawi, apalagi pasien sedang tidak ada yang menjaga,” ungkap Feby.
Kejadian tersebut sempat memicu adu argumen antara Feby dan petugas keamanan. Menurutnya, aturan yang diterapkan seharusnya tetap mempertimbangkan kondisi pasien dan keluarga, sehingga pelayanan rumah sakit tidak terkesan kaku dan mengabaikan aspek kemanusiaan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan atau konfirmasi resmi dari pihak RSUD Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng terkait peristiwa tersebut.
Feby berharap manajemen rumah sakit segera melakukan evaluasi dan pembenahan, khususnya terhadap mekanisme pelayanan dan kebijakan petugas keamanan, agar kejadian serupa tidak kembali dialami keluarga pasien lainnya.
(AH)












