Tapsel | Liputan 9.co
27 Juli 2026
Di sela kunjungan turun langsung ke masyarakat, saya sering menyempatkan diri berdialog termasuk dengan para petani. Dulu waktu masa kampanye kami menyebutnya Mangopi (Mangalap pagomos aspirasi). Dari pertemuan sederhana seperti inilah lahir banyak gagasan dan solusi untuk memajukan sektor pertanian di Tapanuli Selatan.
Saya terus mengajak masyarakat agar memanfaatkan setiap jengkal lahan yang masih kosong untuk ditanami jagung dan komoditas produktif lainnya. Jangan biarkan lahan menganggur, karena setiap lahan yang ditanami adalah peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga, memperkuat ketahanan pangan, dan menggerakkan ekonomi daerah.
Komoditas jagung memiliki prospek yang sangat menjanjikan karena masa tanamnya relatif singkat, hanya sekitar empat bulan. Dengan waktu panen yang lebih cepat, jagung dapat menjadi sumber pendapatan bagi petani dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan beberapa komoditas perkebunan yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk berproduksi optimal.
Bahkan lahan yang pernah terdampak bencana pun dapat kembali produktif apabila ada kemauan, semangat, dan kerja bersama untuk mengolahnya. Musibah tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berkarya. Dari lahan yang kembali ditanami, kita membuktikan bahwa Tapanuli Selatan mampu bangkit lebih kuat, sekaligus menghadirkan harapan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan akan terus hadir mendampingi para petani melalui berbagai program pemberdayaan, penyediaan sarana produksi, dan pembukaan akses pasar. Saya percaya, ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, tidak ada lahan yang sia-sia. Mari kita jadikan Tapanuli Selatan semakin produktif, mandiri, dan berdaya saing melalui semangat bertani, gotong royong, dan kerja nyata.
(M.S)












