Regional

Demi Koperasi Merah Putih, Lapangan Sepak Bola Potat Masaran Sampang Kini Tinggal Kenangan

56
×

Demi Koperasi Merah Putih, Lapangan Sepak Bola Potat Masaran Sampang Kini Tinggal Kenangan

Sebarkan artikel ini

SAMPANG,LIPUTAN9.CO – Pembangunan Koperasi Merah Putih yang berdiri di area Lapangan Potat Masaran, Jalan Raya Masaran, Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menuai sorotan dari kalangan pemuda dan masyarakat sekitar.

Lapangan yang selama puluhan tahun menjadi pusat kegiatan olahraga dan ruang publik masyarakat kini dinilai tidak lagi berfungsi maksimal akibat adanya pembangunan tersebut.

Lapangan Potat Masaran sebelumnya dikenal aktif digunakan untuk latihan sepak bola, turnamen antar desa, hingga berbagai kegiatan sosial masyarakat. Namun kini, sebagian area lapangan telah berdiri bangunan koperasi yang mengurangi fungsi utama lapangan sebagai sarana olahraga masyarakat.

Salah seorang pemuda Banyuates, Rahmat Hidayat, mengaku kecewa atas kondisi tersebut. Ia menilai pembangunan koperasi dilakukan tanpa mempertimbangkan kebutuhan pemuda yang selama ini memanfaatkan lapangan sebagai tempat mengembangkan bakat olahraga.

“Lapangan ini sudah puluhan tahun dipakai masyarakat, khususnya anak muda untuk latihan sepak bola dan kegiatan olahraga lainnya. Sangat disayangkan sekarang malah dibangun koperasi,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, masyarakat bukan menolak keberadaan koperasi, namun mempertanyakan lokasi pembangunan yang dinilai kurang tepat karena mengorbankan fasilitas publik yang masih aktif digunakan.

“Masih banyak lahan lain yang bisa dipakai. Kenapa harus merusak lapangan sepak bola yang menjadi kebanggaan pemuda Masaran dan sekitarnya,” tambahnya.

Tokoh pemuda setempat, Fauzi, juga menyoroti belum jelasnya operasional koperasi tersebut meski bangunan sudah berdiri kokoh di area lapangan.

“Sampai sekarang belum ada kepastian kapan koperasi itu beroperasi. Sementara lapangan yang selama ini menjadi tempat kegiatan olahraga dan acara masyarakat justru kehilangan fungsinya,” katanya.

Ia menilai pembangunan tersebut terkesan lebih mengutamakan kepentingan kelompok tertentu dibanding kebutuhan masyarakat luas, khususnya generasi muda di Kecamatan Banyuates.

“Pemuda membutuhkan ruang positif untuk olahraga dan kegiatan sosial. Jangan sampai fasilitas umum yang sudah ada sejak lama hilang begitu saja tanpa solusi pengganti,” lanjutnya.

Selain digunakan untuk sepak bola, Lapangan Potat Masaran juga kerap menjadi lokasi berbagai acara besar masyarakat, termasuk turnamen dan kegiatan desa.

Warga berharap pemerintah desa maupun pihak terkait dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai pembangunan tersebut serta mempertimbangkan kembali keberadaan fasilitas olahraga bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Koperasi Merah Putih maupun pemerintah desa terkait kejelasan operasional koperasi dan pemanfaatan area lapangan tersebut.

Tinggalkan Balasan