Regional

Taman Desa Masaran Terbengkalai, Aktivis Minta Inspektorat Sampang Lakukan Audit

33
×

Taman Desa Masaran Terbengkalai, Aktivis Minta Inspektorat Sampang Lakukan Audit

Sebarkan artikel ini

SAMPANG,LIPUTAN9.CO – Polemik pembangunan Taman Desa Masaran di Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, kembali menjadi perhatian publik.

Pasalnya, taman yang dibangun menggunakan anggaran dana desa tersebut hingga kini belum juga selesai dan belum dapat difungsikan secara maksimal oleh masyarakat.

Kondisi taman yang tampak terbengkalai, ditambah masih adanya tumpukan paving di area lokasi, memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait pengelolaan anggaran pembangunan.

Sejumlah warga menilai proyek tersebut terkesan mangkrak tanpa kejelasan penyelesaian.

Aktivis muda Kecamatan Banyuates, Hasan, mempertanyakan alasan pembangunan taman tidak kunjung rampung, padahal pada saat proses pembangunan berlangsung anggaran Dana Desa (DD) disebut masih belum mengalami pemangkasan seperti saat ini.

“Pada waktu pembangunan taman itu, anggaran dana desa masih normal dan belum ada pemangkasan seperti sekarang. Jadi masyarakat wajar bertanya, kenapa sampai sekarang taman itu belum juga selesai dan tidak kunjung difungsikan,” ujar Hasan kepada awak media, Minggu (24/5/2026).

Menurut Hasan, kondisi tersebut dinilai janggal dan perlu mendapat perhatian serius dari aparat pengawas pemerintah, khususnya Inspektorat Kabupaten Sampang.

“Ini aneh dan perlu dilakukan audit secara menyeluruh. Kami meminta Inspektorat turun langsung untuk memeriksa bagaimana proses perencanaan, pelaksanaan, hingga penggunaan anggaran pembangunan taman tersebut,” tegasnya.

Ia menilai audit penting dilakukan agar masyarakat mengetahui secara jelas sejauh mana penggunaan anggaran desa dalam proyek pembangunan taman tersebut.

Hasan juga menekankan bahwa fasilitas publik yang dibangun menggunakan uang negara seharusnya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan justru terbengkalai.

“Jangan sampai anggaran sudah habis, tetapi hasil pembangunan tidak jelas dan fasilitasnya tidak bisa dimanfaatkan masyarakat. Transparansi sangat penting agar tidak menimbulkan dugaan negatif di tengah masyarakat,” tambahnya.

Selain meminta audit, Hasan juga mendesak Pemerintah Desa Masaran agar terbuka kepada masyarakat terkait total anggaran pembangunan taman, progres pekerjaan, serta kendala yang menyebabkan proyek tersebut belum selesai hingga saat ini.

Di sisi lain, sejumlah warga mengaku kecewa karena taman yang diharapkan menjadi ruang publik dan tempat berkumpul masyarakat justru terlihat tidak terawat.

Bahkan sebagian fasilitas disebut mulai mengalami kerusakan sebelum benar-benar digunakan.

“Kami berharap taman ini segera dibenahi dan diselesaikan. Sayang kalau anggaran besar tapi hasilnya tidak bisa dinikmati masyarakat,” ungkap salah seorang warga sekitar yang enggan disebut namanya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sampang melalui instansi terkait segera mengambil langkah konkret agar polemik pembangunan taman desa tersebut tidak terus menjadi pertanyaan di tengah masyarakat.

Pihak PJ Kades Masaran belum ada tanggapan, media ini terus melakukan konfirmasi untuk berita lebih berimbang.

Tinggalkan Balasan